Pengembangan Pariwisata Harus Tetap Menjaga Kelestarian Lingkungan

pengunjung saat berkeliling di Gili Lampu Kabupaten Lombok Timur
MATARAM — Nusa Tenggara Barat yang menjadi salah satu daerah yang Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya bersumber dari sektor pariwisata, khususnya pulau Lombok yang memiliki berbagai potensi dan keindahan dimiliki. Hal ini menjadi primadona bagi para wisatawan mancanegara sebagai tempat berlibur, tidak terkecuali juga menjadi buruan para investor yang hendak menanamkan investasinya.
Disisi lain meski memilik berbagai potensi dan keindahan pariwisata, Lombok juga merupakan pulau kecil yang didalamnya terdapat banyak penduduk yang banyak menggantungkan hidupnya dari alam dan bercocok tanam, karena itu dalam pengelolaannya kelestarian alam dan lingkungan harus betul-betul diperhatikan, jangan sampai terjadi kerusakan.
“Hampir sebagian besar masyarakat di Pulau Lombok menggantungkan hidup dari alam dan bercocok tanam, dimana Rinjani sebagai sumber mata air utama kehidupan masyarakat, karena dalam pengelolaan potensi pariwisata yang dimiliki harus dilakukan secara hati-hati dan memastikan kelestarian lingkungan alam tetap terjaga” kata Gubernur NTB, Zainal Majdi di Mataram, Rabu (5/8/2015).
Majdi mengatakan, meski perkembangan dan kemajuan pariwisata merupakan keinginan kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan perkonomian masyarakat dan meningkatkan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB, tapi keberadaan lingkungan harus tetap diperhatikan dan menjadi tanggung jawab bersama.
Dikatakan Majdi, NTB terutama Lombok dikaruniai potensi pariwisata yang sangat lengkap, mulai dari gili, pantai, air terjun, wisata alam Gunung Rinjani yang saat ini sedang dipersiapkan menjadi geopark dunia, semua itu dilakukan tentunya semata-mata bukan hanya karena dorongan ekonomi, mendatangkan wisatawan banyak, tapi supaya pembangunan yang sedang berlansung bisa bagus.
“Pengembangan dan pembangunan di sektor pariwisata yang dilakukan sekarang bukan semata karena dorongan ekonimi komersial semata, itulah kenapa rinjani kita dorong menjadi geopark dunia, supaya kelestarian rinjani sebagai sumber penghidupan hampir 80 persen masyarakat Pulau Lombok”.
Lebih lanjut Majdi juga menambahkan, bahwa pembangunan juga tidak identik dengan pembangunan fisik, tapi bagaimana kelestraian lingkungan tetap terjaga, persepsi itulah yang harus bisa kita fahami bersama tentang pembangunan.
RABU, 05 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...