Pengunjung Kebun Binatang Ragunan Harapkan Satwa Nusantara Terjaga

JAKARTA — Jika ingin menikmati tempat liburan ekonomis sekaligus edukasi bagi warga Ibukota, maka Kebun Binatang Ragunan adalah salah satu pilihan yang tepat. Masuk dari pintu utara tepat di Halte Busway Ragunan, maka kita langsung disuguhi aksi satwa unggas cantik burung pelikan. Dimana unggas ini menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung untuk selfie dengan kamera smartphone masing-masing.
“Anak-anak saya paling senang mengunjungi area burung pelikan, terkadang saya jadi kebingungan, karena anak-anak ingin lihat pelikan tapi suami maunya lihat harimau,” ujar Angel, seorang ibu rumah tangga sambil tersenyum.
Benar saja keinginan suami dari Ibu Angel, karena kandang harimau benar-benar ramai sekali dikunjungi. Para pengunjung seperti tiada hentinya mengagumi karnivora khas Nusantara tersebut.
“Kebanggaan Indonesia akan fauna salah satunya adalah harimau, semoga kebun binatang ragunan bisa memberi sumbangsih demi mencegah kepunahan mereka,” urai Hans, seorang pengunjung.
Dua kandang lainnya yang dipenuhi pengunjung adalah Orangutan dan Burung Merak Hijau. Primata dan Unggas khas Indonesia ini cukup banyak menarik decak kagum.
Seorang pengunjung, Grace sangat menyayangkan genosida Orangutan selama ini yang dilakukan tangan-tangan serakah tak bertanggungjawab.
“Seharusnya media bisa lebih serius mengedepankan kasus pemusnahan orangutan selama ini yang dilakukan pengusaha-pengusaha nakal kelapa sawit,”papar Grace.
Satu yang pasti disini adalah warga ibukota masih punya kekaguman, kepedulian, serta empati yang besar terhadap kelangsungan habitat hewan-hewan khas Indonesia.
Harimau, Merak Hijau, dan Orangutan membutuhkan perhatian Pemerintah. Jangan sampai mereka punah, apalagi seperti Orangutan yang selama ini banyak mengalami Genosida dari pengusaha-pengusaha kelapa sawit negara lain yang menggunakan orang indonesia sendiri untuk melakukan pembakaran lahan demi mengusir Orangutan.

SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...