Pengusaha Harap Perbankan Tingkatkan Penyaluran Pembiayaan

BALIKPAPAN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan berharap Bank Indonesia memberikan kewenangan yang leluasa untuk perbankan di daerah dalam menyalurkan pembiayaan untuk memperlancar proyek-proyek pembangunan. 
Ketua Kadin Balikpapan, Rendy Ismail menyebutkan, pengusaha-pengusaha lokal di daerah harus mencari biaya di Ibukota untuk membiayai proyek-proyek di daerah dan penggarapan proyek, yang nantinya kerjasama dengan pihak lain dari luar daerah.
“Pola yang demikian membuat keuntungan dari proyek-proyek tersebut juga berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur,” terangnya dalam Temu Pelaku Usaha, Perbankan, akademisi dan Bank Indonesia di Balikpapan, Senin (10/8/2015).
Rendy menyayangkan terbatasnya pembiayaan yang bisa diberikan oleh perbankan di daerah dalam menyalurkan pembiayaan. 
“Misalnya saja proyek-proyek pertambangan batu bara, di sini yang punya perizinan pertambangan itu orang lokal tapi karena pembiayaan yang bisa disediakan oleh perbankan itu terbatas jadinya mereka menggandeng pihak lain dari luar daerah,” katanya. 
Untuk itu, pihaknya meminta agar Bank Indonesia memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kewenangan perbankan di tingkat daerah dalam menaikkan besaran pembiayaan bagi pelaku usaha.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Timur Slamet Brotosiswoyo. Ia menjelaskan pembiayaan yang diakomodir oleh perbankan di daerah tak begitu menguntungkan dunia usaha.
“Mungkin karena perbankan punya faktor kehati-hatian. Kalau pengusaha daerah tidak mampu akhirnya mereka lari ke Jakarta dan menggandeng pengusaha di Jakarta yang punya akses ke perbankan di sana,” imbuh Slamet. 
SENIN, 10 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...