Pengusaha Konstruksi Minta Percepat Realisasi Penyerapan APBN

pembangunan yang sedang berjalan
BALIKPAPAN — Sejumlah pengusaha konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) Balikpapan meminta pemerintah pusat, untuk mempercepat realisasi penyerapan APBN melalui pembangunan di daerah.
Menurut Wakil Ketua Gapensi Balikpapan, Patman Parakasi, sedikitnya proyek yang bisa digarap dapat berimbas pada kelangsungan bisnis perusahaan yang dijalankan pengusaha jasa konstruksi.
Berdasarkan data, jumlah anggota yang tergabung dalam Gapensi setiap tahun menurun. Tahun 2011 jumlah mencapai 500 anggota, kemudian tahun 2012 menurun jadi 400 anggota  dan sampai sekarang terus menyusut dan tersisa 275 anggota. 
“Iya jumlah anggota Gapensi terus menurun karena sedikitnya pangsa proyek yang dikerjakan,” katanya, Sabtu (8/8/2015).
Ia mengakui, menurunnya ini juga karena sektor unggulan yakni sektor pertambangan juga lagi lesu. Hal ini memperparah kondisi dan membuat banyak bisnis pengusaha konstruksi tak mampu bertahan.
Untuk itu ia berharap terhadap Pemerintah Pusat yang berencana menggenjot penyerapan APBN melalui pembangunan-pembangunan di daerah-daerah demi kelangsungan usaha para pengusaha konstruksi. 
“Kami harap agar ada percepatan realisasi pembangunan daerah, karena kalau anggaran pembangunan lambat dikucurkan, kami pengusaha konstruksi juga masih wait and see saja,” ucap Patman.
Diketahui melemahnya sektor pertambangan batu bara di Kalimantan Timur industri juga berpengaruh terhadap macetnya kredit perbankan pada sektor konstruksi. Bank Indonesia Kaltim mencatat pangsa non performing loan pada sektor itu selama semester I/2015 mencapai 12,53 persen.
SABTU, 08 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...