Pengusaha SPBU Prediksi Penjualan Pertalite Kurang Mendapat Respon

BALIKPAPAN — Sejumlah pelaku usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) memperkirakan hadirnya bahan bakar baru pertalite kurang mendapat respon yang menggembirakan.

“Sekarang saja penjualan BBM turun. Baru ada keluaran bahan bakar lagi pastinya kurang mendapatkan respon positif,” ungkap Pemilik SPBU 76.117, Hud Abdullah di Balikpapan, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, penurunan penjualan BBM terjadi sejak 3 bulan terakhir. BBM jenis solar misalnya turun dari 16 Kilo liter (KL) per hari menjadi hanya 9 KL per hari. begitu juga untuk premium, dari 24 KL penjualan per hari menjadi 21 KL.

“Akhir pekan malah turun lagi. Solar hanya 5 KL sedangkan premium hanya 20 KL bahkan pernah hanya 18 KL,” jelasnya.

Disebutkan, dapat dipastikan laju penurunan permintaan akibat perekonomian yang sedang dilanda krisis. Abdullah memperkirakan, pertalite tidak memberikan pengaruh banyak karena pasarnya memang turun. Jika bahan bakar ini diminati masyarakat, dia menduga itu dari pengguna pertamax. Karena kabarnya harga pertalite lebih murah dari pertamax namun sedikit mahal dari premium.

Hal yang sama juga diungkapkan Manager SPBU Kilometer 4 Mahmud. Ia memprediksi adanya pertalite akan mempengaruhi pengguna pertamax. Sedangkan realisasi penjualan pertamax sebanyak 2 KL perhari.
Di kesempatan yang berbeda Senior Supervisor External Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan Andar Titi Lestari menuturkan sejak peluncuran perdana di Jawa Barat dan Jawa Timur 24 Juli lalu, Pertalite mendapat respon positif dari masyarakat.

“Terbukti dengan terus meningkatnya konsumsi pertalite dengan rata-rata penjualan 4.500 Liter per hari di SPBU-SPBU yang telah menjual produk ini,” tegasnya.

Andar menyebutkan pada September mendatang PT Pertamina MOR VI Kalimantan akan meluncurkan pertalite. Berupa BBM non subsidi dengan level Research Octane Number (RON) 90 yang diproduksi untuk memberikan pilihan kepada konsumen premium.

“Bagi yang selama ini menggunakan premium dan ingin menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas namun terkendala harga, maka pertalite adalah jawabannya,” tambahnya.

RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...