Penjualan Rendang Stabil Meski Harga Daging Sapi Melambung

LAMPUNG — Tingginya harga komoditas peternakan daging sapi masih menjadi menjadi persoalan bagi para pemilik usaha warung, restoran, rumah makan terutama yang menggunakan bahan baku daging sapi untuk menu utama masakan. 
Dari informasi yang dihimpun Cendana News bahkan harga daging sapi masih belum menunjukkan penurunan harga semenjak kenaikan sebelum hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah serta sesudahnya.
Tingginya harga daging sapi tersebut berdasarkan pantauan Cendana News tak serta merta mempengaruhi penjualan masakan dengan bahan baku daging sapi, terutama rumah makan padang yang secara khas menjual rendang. Salah satu penjual masakan rendang Rumah Makan Batu Sangkar Umi Kulsum mengungkapkan masih menjual harga rendang dengan harga standar.
“Memang benar harga daging sapi naik namun kami tidak serta ikut menaikkan harga rendang masih normal karena pasokan daging sapi juga sudah langganan,”ujar Ulmi Kulsum di Lampung, Selasa (04/08/2015)..
Dia beralasan, jika dinaikan, akan mengurangi pelanggan. Selain itu, di warungnya tidak hanya ada rendang daging sapi, namun menu masakan jenis lain seperti ikan bakar, cumi bakar serta lauk pauk jenis lainnya juga masih diminati. 
“Kalau menaikkan harga karena kenaikan harga daging sapi takutnya justru konsumen justru kabur, konsumen kan tahu harga daging sapi naik pasti ketika makan di sini akan membandingkan dengan harga sebelumnya,”ungkap Ulmi.
Sebagai pedagang ia mengaku ikut kuatir jika harga daging sapi naik bahkan ke depan menjelang bulan haji atau hari raya Idul Adha yang akan berdanpak terhadap kenaikan harga sapi. Ia berharap pemerintah ikut turun dalam memantau pergerakan harga daging sapi agar masyarakat serta pelaku usaha daging sapi tidak dirugikan.
Sejumlah pasar di Bandar Lampung, harga daging sapu masih bertahan di kisaran harga Rp.120 ribu per kilogram untuk kualitas super. Hal tersebut dikeluhkan pedagang karena berdampak pada penjualan mereka yang turun drastis dari sebelumnya.
Salah satu pedagang yang mengeluhkan mahalnya harga sapi diantaranya, Iskan pedagang daging sapi di Pasar Pasirgintung, Bandar Lampung. Dikatakan harga daging sapi kini mencapai Rp110 ribu untuk kualitas sedang.
Sebagai seorang pedagang daging sapi ia mengaku melihat pergerakan harga daging sapi belum turun yang berdampak pada sepinya permintaan. Ia bahkan mengungkapkan harga daging sapi justru cenderung masih tinggi, padahal sudah melewati masa lebaran. 
“Kalau melihat pengalaman tahun sebelumnya kenaikan harga daging sapi bisa turun setelah lebaran namun tahun ini setelah lebaran harga masih tetap tinggi dan belum normal,”ujarnya kepada media CND Selasa (4/8/2015).
Bertahannya harga daging sapi pada harga yang cukup fantastis tersebut juga dirasakan pedagang lain di pasar SMEP, Bandarlampung Aminah. Ia mengungkapkan dampak langsung dari tingginya harga daging sapi terlihat dari permintaan turun dari kalangan masyarakat umum.
“Masyarakat umum memilih membeli kebutuhan lain dibanding daging sapi, beruntung kami memiliki langganan tetap dari kalangan restoran dengan harga yang sedikit miring karena sudah langganan,”ungkap Aminah.
Ia mengaku dalam masa normal ia mampu menjual daging sapi sejumlah 250 kilogram lebih, namun penurunan drastis terlihat dari penjualan yang kini hanya mencapai 80 kilogram.
Dia mengaku menjual daging sapi Rp110 ribu per kg untuk daging kualitas sedang dan Rp120 ribu per kg untuk kualitas super.

SELASA, 04 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...