Perampok Spesialis Toko Emas Lintas Provinsi Dibekuk Polisi

LAMPUNG — Anggota reserse dan kriminal Polsek Penengahan Polres Lampung Selatan berhasil membekuk tersangka pelaku perampokan beberapa toko emas di wilayah Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai kerugian mencapai milyaran rupiah. Keduanya dibekuk saat akan melakukan aksi perampokan di wilayah hukum Polres Lampung Selatan.
Menurut Kapolsek Penengahan, kronologis penangkapan kedua tersangka SB (52) dan MY (47) warga Sekayu Musi Banyu Asin Provinsi Sumatera Selatan bermula dari laporan warga Dusun Siring Itik Kecamatan Bakauheni terkait adanya gerak gerik mencurigakan yang bukan anggota warga setempat. Warga mengaku dua orang tersebut tinggal hampir dua bulan di lingkungan mereka namun tidak jelas pekerjaan dan aktifitas sehari harinya.
“Awalnya kami mendapat laporan warga terkait keberadaan dua orang tersebut namun ternyata keduanya sudah tidak ada di rumah yang dimaksud sehingga kami akhirnya melakukan pengejaran ke sepanjang Jalan Lintas Sumatera untuk mencarinya,”ungkap Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki SIK kepada Cendana News, Rabu (19/8/2015).
Setelah dilakukan pengejaran keduanya ditangkap di Jalan Lintas Sumatera pada hari Selasa malam (19/8/2015) sekitar pukul 19:00 WIB saat keduanya melakukan perjalanan menggunakan bus  CSA denga nomor polisi BD 7038 AP lintas Provinsi jurusan Lampung-Bengkulu.
“Selain diduga akan melarikan diri keduanya kuat dugaan hendak melakukan aksi perampokan di sejumlah toko emas di wilayah hukum Polres Lampung Selatan,”ungkap Mulyadi Yakub.
Keduanya ditangkap di bus tersebut saat melintas di Jalan Lintas Sumatera tanpa perlawanan, kedua tersangka ditangkap di tempat duduk berbeda di dalam bus dan langsung digelandang ke Mapolsek Penengahan untuk dimintai keterangan.
Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata keduanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sumatera Selatan karena melakukan aksi kriminal melakukan pencurian dengan kekerasan di sejumlah wilayah hukum Polda Jambi dan Polda Sumatera Selatan.
Dua Tersangka Merupakan DPO Polda Jambi, Polda Sumatera Selatan
Setelah melakukan penangkapan, dua tersangka mengaku telah melakukan berbagai aksi kejahatan di sejumlah wilayah terutama Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, selanjutnya Polsek Penengahan berkoordinasi dengan Polres Musi Banyu Asin (Muba). 
AKP Mulyadi Yakub menerangkan setelah dilakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan dan Polda Jambi, ternyata kedua tersangka telah melakukan beberapa aksi kriminal dengan spesialisasi toko emas. Dari catatan mereka telah melakukan aksi perampokan bersama 4 orang rekannya yang sebagian sudah ditangkap di wilayah Sumatera Selatan.
Komplotan perampok toko emas tersebut tercatat pernah melakukan aksi perampokan di toko emas “Surya” yang ada di Pasar Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin Provinsi Sumatera Selatan pada Januari 2015 dan berhasil menggondol emas beberapa kilogram dengan nilai kerugian 1,3 Milyar. 
“Bukan hanya di Sumatera Selatan bahkan keduanya juga pernah melakukan perampokan di toko emas Sungai Bahar Kabupaten Muaro  Jambi Provinsi Jambi dan sekitar 10 TKP di wilayah Provinsi Sumatera Selatan,”ungkap mantan Kapolsek Sidomulyo tersebut.
Berdasarkan penyidikan, kedua tersangka ternyata mengaku sudah sering melakukan aksi perampokan toko emas semenjak tahun 1991 di sejumlah provinsi. Komplotan tersebut dalam menjalankan aksinya menggunakan sepeda motor Yamaha Vega,Suzuki  dan senjata api jenis FN untuk menakut nakuti korban.
“Para pelaku awalnya menggunakan modus berpura pura membeli emas selanjutnya menodongkan pistol dan keempat pelaku lain berjaga di luar setelah aman menguras emas toko yang ada di etalase dan brankas kemudian melarikan diri,”terang Mulyadi Yakub.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cendana News, saat berita ini diunggah anggota reserse dan kriminal dari Polda Sumatera Selatan, Polres MUsi Banyu Asin sedang melakukan perjalanan untuk menjemput kedua tersangka.
“Saat ini anggota Reskrim dari Polres Musi Banyu Asin akan menjemput dua tersangka karena lokasi kejadian perampokan berada di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan,”ungkap Mulyadi Yakub.
Akibat perbuatannya tersangka terancam dikenakan pasal pasal 365 KUHP dengan sangkaan pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

RABU, 19 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...