Peran Komunitas Masyarakat Penting Dalam Pengelolaan Risiko Bencana

SURABAYA — Inspektur Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bintang Suswanto dalam Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas XI yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) menyebutkan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengurangi dampak dari bencana.

“Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab antara pelaku usaha dan masyarakat, salah satunya komunitas,”katanya di ITS, Selasa (28/08/2015).

Disebutkan, potensi bencana di Indonesia sangat besar, baik dari lingkungan dan Industri dan hal tersebut tidak bisa terlepas dari Pengelolaan Risiko Bencana (PRB yang melibatkan komunitas sebagai aktor utama dalam Penanggulangan Bencana (PB). Seperti lumpur Lapindo yang termasuk dalam kategori bencana Industri.

Ditambahkan Ketua anitia Penyelenggara Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) XI, Sofyan Eyank, bencana industri masih menjadi pekerjaan rumah dalam penanganan kondisi darurat.
“Kasus lumpur panas Lapindo adalah sebuah pembelajaran berharga, bagaimana kewenangan penanganan bencana menjadi persoalan tersendiri,” Tukasnya.
Dengan adanya KNPRBBK XI ini diharapkan adanya deklarasi dan rekomendasi yang tegas dan kongkrit, bagaimana peran dan posisi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sebagai manajemen resiko bencana.

Peran tersebut dibutuhkan karena selain kebijakan AMDAL sebagai piranti yang disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak lingkungan, juga Analisis Risiko Bencana yang dimandatkan oleh UU No. 24/2007.

SELASA, 25 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...