Peringati 100 Tahun Adabiah, JK : Sejarah Motivasi untuk Kemajuan


PADANG — 100 tahun lalu, berawal dari gerakan revolusioner tokoh muda dan intelektual masa itu, Syeikh Dr. Abdullah Ahmad. Seorang juru dakwah, guru dan jurnalis hebat pada masanya berdirilah sebuah Yayasan yang berisi para cendikiawan dan pedagang ini dengan nama Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah.

Awalnya hanya sebuah sekolah swasta, namun seiring berjalannya waktu, di hari jadinya yang ke 100 tahun mereka telah menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan dengan berbagai jennang, mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA).

Dalam peringaatn 100 tahun berdirinya yayasan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang hadir, dalam sambutannya mengatakan, bahwa masa lalu bukan untuk dibanggakan, tetapi harus dijadikan motivasi untuk melakukan yang lebih baik.
“Sejak berdiri 1915, Syarikat Oesaha Adabiah telah  banyak tokoh yang telah dilahirkan dalam rentang 100 tahun. Tetapi jangan terpaku pada sejarah. Jadikan pendorong kemajuan masa yang akan datang,” ujar JK pada peringatan 100 tahun Adabiah, Minggu (23/8/2015) siang.
JK menjelaskan, Kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA), tetapi juga bergantung pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang cakap dan mampu mengelola semua potensi yang ada.
“Kita bisa menyebut Jepang, Korea, Singapura dan banyak negara yang maju karena memiliki SDM yang bagus. Ini patut dicontoh,” lanjutnya.
JK berharap, Adabiah yang memiliki sejarah panjang dalam mendidik generasi muda di Sumbar tetap terjaga  kualitasnya dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan yang lainnya.
“Masyarakat juga sudah menyadari pentingnya pendidikan, karena itu mereka bersedia untuk membayar mahal asalkan anaknya mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.
Adabiah yang pernah melahirkan tokoh-tokoh nasional sekaliber Muhammad Hatta. Diharapkan tidak larut dalam kenangan dan kebanggan sejarah. JK ingin agar lembaga pendidikan ini semakin bersinar dan tidak lelap dengan kebanggaan.
“Karena jika kita hidup dengan kebanggaan sejarah, sejarah akan menghapus kita,” ujar Jusuf Kalla.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...