Pesawat Tempur Hawk MK-53 Dimuseumkan di Yogyakarta

YOGYAKARTA — Selain memiliki 15 pesawat tempur jenis T-50 Golden Eagle yang masih baru dan tergolong canggih di atas Sukhoi dan F-16, Skadron 15 Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, juga memiliki sejumlah pesawat lain yang di antaranya sudah kedaluarsa. Salah satunya adalah pesawat tempur Hawk MK-53. Pesawat itu dipurna-tugaskan dan kemudian menjadi koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta.
Pesawat Tempur Hawk MK-53, selama 35 tahun lamanya telah berjasa menjaga kedaulatan NKRI. Sebuah rentang waktu yang panjang untuk sebuah pengabdian. Pun demikian pula bagi pesawat tempur Hawk MK-53. Kondisi dan kemampuannya tentu saja sudah tak lagi setangguh dahulu, sehingga kemudian dipurna-tugaskan. Secara resmi, pesawat Hawk MK-53 itu pun diserahterimakan dari Skadron 15 Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, kepada Museum Dirgantara Mandala Lanud Adisucipto, Yogyakarta, Sabtu (22/8).

Penanda-tanganan serah-terima pesawat tersebut dilakukan oleh Danlanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, MARSMA TNI AU Fachri Adami dan Kadipsen TNI AU MARSMA TNI AU Dwi Badarmanto, tepat di depan Pesawat Hawk MK-53.

Seusai serah-terima pesawat, Badarmanto menjelaskan, pesawat Hawk MK-53 didatangkan kali pertama pada tahun 1980. Sejak tahun itu, Pesawat Hawk MK-53 melakukan operasi militer menjaga kedaulatan RI. Tak hanya operasi militer menjaga teritorial wilayah angkasa RI, pesawat Hawk MK-53 itu juga merupakan bagian dari Team Aeorobic Jupiter yang pertama di tahun 1997, bersama dengan Pesawat Tempur F-16 yang kala itu masih bernama Blue Eagle.

“Tim Aerobik Jupiter, beberapakali mengharumkan nama bangsa dengan menjuarai sejumlah perlombaan aerobic tingkat internasioanl”, kata Badarmanto.

Selama menjalankan tugasnya, Pesawat Hawk MK-53 bermarkas di Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. Pesawat tersebut merupakan satu-satunya jenis pesawat tempur yang dimiliki TNI AU yang beropersasi paling lama. Pesawat itu, jelas Badarmanto, juga telah sangat berjasa melahirkan penerbang-penerbang tangguh TNI AU selama 35 tahun ini.

Kini, Pesawat Hawk MK-53 menjadi koleksi Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Pesawat yang telah dipurna-tugaskan sejak Maret 2015 itu kemudian ditempatkan berdampingan dengan Pesawat Pembom Strategis Tupolev buatan Rusia. Diharapkan, keberadaan Pesawat Tempur Hawk MK-53 semakin menambah penyemangat dan inspirasi bagi generasi muda untuk senantiasa memupuk jiwa cinta tanah air. Juga menambah wawasan sejarah TNI AU dalam menjaga kedaulatan RI.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...