Petani Pertanyakan Keseriusan Program Optimasi BPK Satarmese

lahan pertanian [ilustrasi]

FLORES — Program optimasi yang diterapkan Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Satarmese belum dirasakan maksimal oleh para petani di wilayah tersebut. Terutama dalam hal pupuk yang dinilai tidak sesuai jadwal.
Salahh seorang petani di Jaong menyebutkan, mereka belum mendapatkan pupuk meski musim tanam telah berjalan panjang. Kebutuhan pupuk bagi petani setempat sangat penting karena kondisi tanah yang kurang bagus.
“Pupuk seharusnya sudah tiba sebelum musim tanam, namun musim tanam sudah mau selesai, pupuk belum juga datang. Kalau main-main begini, kita lagi yang rugi,” tutur salah seorang petani di Desa Jaong, Senin (03/08/2015).
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh seorang petani lain di Poncung, Desa Lolang, Gusti. Dia mengakui, para petani di wilayahnya sudah memasuki musim tanam dan untuk memenuhi pupuk, terpaksa mencari ke kabupaten tetangga. 
” Petani di sini hampir sudah tanam semua. Kalau harap pupuk dari pemerintah, tidak bisa. Kita terpaksa beli pupuk di Ruteng dan hampir semua begitu,” ungkapnya.
Lolang dan Jaong merupakan dua wilayah desa yang terletak di bagian paling utara Kecamatan Satarmese. Letak dua desa ini lebih dekat ke Ruteng (ibukota Kabupaten Manggarai sekaligus ibukota Kecamatan Langke Rembong).
Daripada ke Iteng (ibukota ibukota Kecamatan Satarmese) yang terletak di bagian paling selatan Kecamatan Satarmese. Warga Lolang dan Jaong mengakui, mereka merasa sulit jika harus mengambil pupuk (bersubsidi) di Iteng.
Sebelumnya, Kepala BPK Satarmese, Blasius Baru mengakui, dirinya bersama anggota rombongan dari Badan Penyelenggara Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Manggarai pernah mengunjungi para petani di Jaong dan Lolang untuk mensosialisasikan program optimasi.
Pantauan Cendana News, lahan sawah para petani di Desa Jaong pada musim tanam ini hampir semuanya sudah ditanami padi. Mereka tampak menerapkan pola ‘tanam baris’. Diakui petani, hal tersebut merupakan isi pertemuan mereka dengan rombongan penyuluh pertanian pada 7 Juli lalu.
SENIN, 03 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...