Petani Sawah di Jaong Satarmese Ronda Malam Rebut Jatah Air

Lahan Pertanian [ilustrasi]
FLORES — Petani sawah di Desa Jaong, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, terpkasa melakukan ronda malam dalam beberapa hari belakangan untuk mendapatkan jatah air. Seperti yang diakui oleh Wati, salah seorang petani sawah di wilayah tersebut, Jumat (07/08/2015). 
Disebutkan, dirinya yang di Ruteng terpaksa setiap malam harus menempuh puluhan kilometer menuju lokasi persawahan.
“Tadi malam, jalan malam lagi dari Jaong. Mau tidak mau, begitu. Rame sekarang di sana, orang ronda malam jaga air. Kalau tidak jaga ‘kan, air tidak akan masuk ke sawah kita,” ungkap Wati kepada Cendana News di kediamannya di Ruteng.
Wati mengakui, keadaan ini berlangsung sejak beberapa hari terakhir ini dan mungkin masih akan berlangsung lama ke depan. Hal ini terjadi karena ada proyek irigasi yang membuat pasokan air terhenti ke petani pada siang hari.
“Tidak menjadi masalah sebenarnya kalau ada informasi dengan kami petani. Ini ‘kan tiba-tiba saja dibuat,” tuturnya kecewa.
Lagipula, kata dia, titik irigasi yang sekarang sementara dikerjakan sebenarnya tidak terlalu mendesak untuk dikerjakan. Yang lebih penting, menurut Wati, adalah memperbaiki kembali bendungan yang sudah bocor. 
“Biar saluran dibikin bagus, ‘kan tidak ada gunanya kalau bendungan di sumber air masih bocor di mana-mana,” jelas Wati yang dibenarkan suaminya.
Sekarang, kata Wati, sawahnya bisa diairi baru pada malam hari. Siang hari, saluran air pasti ditutup untuk kegiatan proyek irigasi. 
“Bahkan nanti ada waktunya saluran air ditutup siang-malam. Kalau nanti pas kerja bagian dasar, pasti begitu,” tuturnya.
Pantauan CND, area persawahan di Desa Jaong sekarang tampak sudah ditanami padi. Para petani memang terpaksa harus berjibaku menyelamatkan tanaman padi mereka dari ancaman kekeringan akibat proyek irigasi yang sekarang sementara dikerjakan.
JUMAT, 07 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...