Petani Wae Mantar II Satarmese Terapkan Tanam Serentak

Tanaman padi yang menghijau [ilustrasi]
FLORES — Petani di hamparan sawah Wae Mantar II yang memasuki tanam baru menerapkan gerakan tanam serentak. Ini merupakan langkah teknis yang diambil oleh Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT untuk membersihkan lahan dari potensi hama dan penyakit.
Terkait dengan gerakan ini, Ketua BPK Satarmese, Blasius Baru mengakui, pihaknya telah mengambil keputusan untuk menutup saluran irigasi. 
“Makanya kemarin, kami sempat hentikan irigasi Wae Mantar II. Maksudnya, untuk pemantapan kegiatan tanam serentak dalam rangka program optimasi. Di sini kita hendak mengantisipasi penyebaran virus Tungro di Wae Mantar II,” ungkapnya, Sabtu (01/08/2015).
Disebutkan, penutupan saluran irigasi Wae Mantar II berlangsung selama dua bulan dan baru dilepas kembali pada beberapa minggu lalu. Tindakan ini diambil berdasarkan kesepakatan dengan para kepala desa di wilayah irigasi Wae Mantar II. 
“Kemudian mengetahui Camat, Bupati Manggarai dan PU Bidang Pengairan,” jelasnya.
Gerakan tanam serentak diharapkan menjadi salah satu jalan keluar atas masalah gagal panen di Wae Mantar II pada musim panen baru-baru ini. Sebelumnya pernah disampaikan oleh salah seorang petani, Natus, bahwa telah terjadi gagal panen di hamparan Wae Mantar II.
Namun ketika dimintai konfirmasi Cendana News, Baru sepenuhnya membantah kabar tersebut. Dirinya mengakui keadaan di hamparan Wae Mantar II masih aman karena belum ada laporan gagal panen yang diterima dari lapangan. 
“Tidak benar itu, terjadi gagal panen di Wae Mantar II. Tidak ada laporan gagal panen,” katanya.
SABTU, 01 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : ME. Bijo Dirajo
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...