Petinju Thailand dan Papua Siap ‘Adu Jotos’ di Ring Tinju Asia Pasifik

JAYAPURA — Sam Ferload Puadi, juara nasional kelas bulu dari Gelalani Boxing Camp, Sorong, Papua Barat, Indonesia dan Suor Carry Boy peringkat dua nasional asal Thailand siap bertanding. Hal tersebut dikatakan promotor tinju internasional, Maikel Kambuaya di Kota Jayapura, Papua, Jumat (28/08/2015).
“Keduanya siap bertanding di GOR Waringin, Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu, besok malam,” kata promotor tinju Maikel Kambuaya usai penimbangan berat badan kedua petinju pada salah satu hotel di Kota Jayapura.
Kedua petinju akan bertarung di kelas ringan junior 58,9 kilogram dalam 10 ronde pada kejuaraan non gelar Asian PAN Pasific, dengan memperebutkan Sabuk Emas Pangdam XVII Cenderawasih.
“Dua petinju itu serta para petinju nasional lainnya, tadi sudah timbang badan dan mereka oleh dokter dari KTPI nyatakan layak naik ring tinju,” ujarnya.
Menurutnya, alasan yang paling mendasar tinju internasional dilakukan di Ibukota Provinsi Papua ini, untuk memacu para pemuda Papua menjadi petinju-petinju profesional. Selain itu, lanjutnya, untuk mencari bibit-biti petinjua asli asal Papua.
“Papua memiliki potensi dibidang olah raga khususnya tinju, saya mengharapkan dengan digelarnya tinju profesional tingkat Asia di Papua bisa merangsang petinju-petinju muda untuk giat berlatih sehingga mereka bisa meraih prestasi bahkan suatu saat akan lahir seorang juara tinju dunia dari Papua,” dikatakan Maikel Kambuaya yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua.
Dirinya meminta kepada seluruh pemangku kepentingan tinju di Papua, baik pemerintah dan swasta untuk bersama-sama membina dan mengembangkan tinju profesional di Tanah Papua. Selain mendapat dukungan, dikatakan Kambuaya, para petinju-petinju asal Papua ini juga akan menghasilkan uang bagi keluarganya.
“Petinju juga bisa menghasilkan uang bagi dirinya, pelatih dan manajer. Dengan tinju, kita bisa menyalurkan bakat dan minimalisir nilai negatif atau stigma minuman keras yang melekat pada pemuda Papua,” katanya.
George Borlak, even organizer tinju berlevel internasional juga mengharapkan agar Gubernur Papua, Lukas Enembe dapat hadir untuk membuka pertandingan tinju internasional tersebut.
“Ini adalah pertandingan internasional antar kedua negara Indonesia dan Thailand, akan lebih baik jika Pak Lukas Enembe yang membuka secara langsung,” kata Borlak yang memiliki lisensi A wasit tinju Internasional.
Dirinya akui tinju profesional tingkat Asia Pasifik Internasional ini pertama kali dilakukan di Papua, dan ia berharap semoga ini bukan yang pertama dan terakhir. Dikatakannya, even ini awal kebangkitan tinju Papua sesuai dengan visi dan misi guberniur dan wakil gubernur Papua yakni Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera.
“Saya beri apresiasi dengan pemerintah provinsi Papua, Kota Jayapura, DPR Papua dan TNI Polri yang juga mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
JUMAT, 28 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...