Pidato Jokowi di Sidang MPR Tidak Cerminkan Kemandirian Ekonomi

JAKARTA — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Zulkieflimansyah menilai pidato Presiden Joko Widodo tentang postur RAPBN 2016 di Sidang Tahunan MPR tidak mencerminkan kemandirian ekonomi .
“Semestinya pemerintah bangun smelter untuk Freeport dan Newmont dulu, sebab peningkatan ekspor bisa menambah pemasukan,” ujar Zul dalam diskusi bertajuk ‘Catatan RAPBN 2016’ di Warung Daun, Jln Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (15/08/2015).
Menurut Zul, pemerintah jangan hanya retorika saja dalam bicara kemandirian ekonomi. Sebab, di HUT ke-70  Indonesia yang pertumbuhan ekonomi harus benar-benar tidak tergantung impor.
“Nah, Kemandirian ekonomi kita, jangan hanya sekadar pepesan kosong, wacana, semua itu harus dipikirkan dan dijalankan, bukan diam aja,” harapnya.
Sebelumnya, presiden dalam Sidang Tahunan MPR menyebutkan, melihat modal sosial dan ekonomi yang kita miliki, peluang Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera sebenarnya terbuka lebar. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang besar dan kreatif, kelas menengah yang semakin besar, sistem politik yang demokratis, masyarakat Muslim yang moderat, dan menjadi kekuatan ekonomi ke-16 di dunia dengan pendapatan produk domestik bruto sekitar 10 ribu triliun rupiah. 
“Dengan kerja keras, optimisme, dan mengubah sikap konsumtif menjadi produktif, kita akan bermartabat di antara bangsa-bangsa di dunia,” kata Jokowi dalam Pidato didepan Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/08/2015).
SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...