Pinsar Sebut Kelangkaan Bibit Ayam Penyebab Tingginya Harga di Pasaran

BALIKPAPAN — Karena kurangnya pasokan bibit anak ayam berdampak pada peningkatan harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Balikpapan. Seperti yang terjadi di Pasar Pandansari, harga seekor ayam potong tembus Rp.45 ribu per ekornya.
“Sekarang satu ekor ayam potong Rp.45 ribu itu yang besar. Kalau yang kecil ya Rp35-40 ribu. Biasanya yang besar satu ekor Rp.40 ribu,” ungkap pedagang pasar tradisional Pandansari, Anto di Balikpapan, Kamis (27/08/2015).
Disebutkan, naiknya harga karena stoknya juga sedikit dari yang punya ayam. Selain itu, ikan juga masih langka sehingga permintaan ayam jadi meningkat. 
“Permintaan juga sekarang naik karena pembeli yang biasa makan ikan beralih ke ayam. Iya karena ikan sedikit karena masih ombak besar,” sambungnya, Kamis (27/8/2015).
Di kesempatan yang berbeda Pusat Informasi Pemasaran (Pinsar) Hasil Unggas menyebut kelangkaan bibit anak ayam yang berumur satu hari atau Day Old Chick (DOC) menjadi penyebab melambungnya harga ayam potong ditingkat pedagang di pasar tradisional. 
“Waktu itu produksi DOC libur selama sepekan karena kaitannya dengan Lebaran jadi sempat kosong,” jelas Ketua Pinsar Ancah.
Butuh waktu sekurangnya hingga 25 hari dari masa pengisian DOC baru kemudian masuk masa panen. 
“Karena ada libur sepekan setelah Lebaran otomatis DOC kosong. Ketika mulai pengisian dan menunggu masa panen tiba otomatis pasokan ayam juga kosong,” ulasnya.
Dia menerangkan, kondisi itu sempat mendapat respon pasar yang tenang. Artinya permintaan juga surut. Itu tercermin dari harga ayam potong yang melorot menjadi Rp12 ribu per Kg ditingkat pinsar. Namun hanya dalam waktu sepekan situasi berbalik arah. Kebutuhan mendadak meningkat. Kelangkaan ikan mengerek laju permintaan ayam potong. Pasokan yang perlahan menipis lantas mengalami kenaikan harga dengan cepat mencapai Rp22.500 per Kg.
Ancah memperkirakan harga akan berangsur sepekan mendatang seiring masuknya masa panen. “Kemungkinan kembali ke normal dikisaran Rp.17 ribu hingga Rp.18 ribu per Kg,” ucapnya.
Bersama 14 kemitraan yang tergabung dalam Pinsar Hasil Unggas, pihaknya memasok 35-40 ribu ekor ayam potong setiap harinya. Menjelang Lebaran lalu, volume penyalurannya meningkat 2 kali lipat menjadi 80 ribu ekor per hari. Adapun mata rantai pemasarannya Pinsar turun ke agen baru kemudian ke masing-masing pedagang.
KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...