Polda dan Balai Karantina Ikan NTB Amankan Lobster Ilegal


MATARAM—Aparat kepolisian dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram mengamankan 43.500 lobster yang hendak diekspor ke Singapura dan Vietnam, melalui Bandara Internasional Lombok (BIL)
“Barang bukti berupa puluhan ribu lobster ilegal kita amankan di BIL kemarin sore saat hendak di bawa masuk ke dalam ruang tunggu bandara oleh dua orang yang diduga sebagai penadah, untuk selanjutnya diekspor ke Singapura dan vietnam melalui Jakarta” kata Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB, Prasetijo Utomo di Mataram, Selasa (11/8/2015)
Menurut Prasetijo, penangkapan kedua orang yang diduga sebagai penadah bersama puluhan ribu lobster sendiri dilakukan aparat kepolisian bersama Balai Karantina Ikan Mataram, berdasarkan informasi dari salah seorang petugas, di mana saat memasuki bandara, tiga koper yang digunakan membawa lobster tdak melewati pintu pemeriksaan metal detector, melainkan melewati samping
“Kuat dugaan ada keterlibatan dari oknum petugas bandara dan ini akan terus dikembangkan dalam proses penyidikan dua orang yang ditangkap, barang bukti dan keterangan saksi-saksi, karena tidak mungkin kedua orang yang ditangkap membawa lobster bisa melewati samping pintu pemeriksaan, kalau tidak yang membantu” ungkapnya
Secara terpisah,Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Mataram, Edi Yustanta mengatakan seluruh lobster yang telah diamankan aparat kepolisian bersama Balai Karantina Ikan Mataram hari ini akan kita lepas lansung di pantai Gili Terawangan, kalau kalau dibiarkan terlalu lama akan mati
“Semua lobster jumlahnya 43.500 yang dibungkus menggunakan plastik, di mana dalam satu plastik jumlah lobster 250 yang rencananya akan dijual dengan harga kisaran 50 sampai 100 ribu perbungkus plastik dan itu kalau dijumlahkan, nilainya bisa mencapai 2,75 sampai 800 miliar” katanya
Kedua pelaku yang diduga sebagai penadah, saat ini telah diamankan di Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan dikenakan melanggar pasal 88 dan pasal 100 Undang-Undang Perikanan

SELASA, 11 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : Gani Khair
Lihat juga...