Polisi Minta Jurnalis TV Jaga Perasaan Keluarga Korban

JAYAPURA — Kepolisian Daerah (Polda) Papua meminta seluruh jurnalis, terkhusus jurnalis mewakili media Televisi (TV) untuk menjaga perasaan keluarga korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 di Pegunungan Bintang, 16 Agustus lalu.
Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin kepada sejumlah jurnalis sebelum dilakukannya konferensi pers dari Kapus Dokkes Mabes Polri dan Kapolda Papua, meminta kepada jurnalis televisi agar tak menampilkan video soal emosi keluarga korban yang meminta keluarga mereka segera di identifikasi secepatnya.
“Teman-teman wartawan khususnya TV, tolong menjaga perasaan dan emosi para keluarga korban yang menanti hasil indentifikasi korban. Karena bisa saja keluarga korban dari rumah datang ke sini dan menjadi tambah kacau,” kata Patrige, Sabtu (22/08/2015).
Hal tersebut dikatakan Patrige, karena menerima masukan dari tim psikolog dan juga masukan dari para keluarga korban. “Terutama saat pengemuman hasil identifikasi korban di Gedung Tongkonan. Mohon hal ini di jaga, karena keluarga sedang dalam duka,” tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan Kapolda Papua, Brigjend Pol Paulus Waterpauw. Menurutnya jurnalis yang meliput diminta untuk mengerti akan situasi yang ada di Gedung Tongkonan.
“Saya kira apa yang telah disampaikan Kabid Humas, harap dipahami dan dimengerti kawan-kawan wartawan. Tolong jaga perasaan keluarga korban,” kata Kapolda.
Gedung Tongkonan yang tidak jauh dari Rumah Sakit Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura tersebut dipakai tuk mengumpulkan ratusan keluarga korban yang menanti hasil identifikasi dari Tim DVI Mabes Polri dan Polda Papua.
SABTU, 22 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...