Produksi Air PDAM di Sleman Menyusut Akibat Kemarau Panjang

YOGYAKARTA — Kemarau panjang yang juga terjadi di Yogyakarta tak hanya menyulitkan warga yang berada di pedesaan dan kawasan perbukitan. Namun, juga di sejumlah wilayah perkotaan. Pasalnya, musim kemarau panjang ini juga menyebabkan debit air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengalami penyusutan yang signifikan. 
Kesulitan air bersih sangat dirasakan oleh masyarakat yang selama ini mengandalkan pasokan dari PDAM seperti di  wilayah Kabupaten Sleman. 3.400 pelanggan di tujuh kecamatan mengalami kekurangan air bersih.

Dwi Nurwata

Dwi Nurwata, Direktur PDAM Kabupaten Sleman ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8) mengatakan, penurunan debit air PDAM terjadi akibat musim kemarau panjang. Penurunan debit air hampir mencapai 10-20 persen. Jika biasanya produksi air bisa mencapai 280 liter perdetik, sekarang ini hanya mampu menghasilkan 250 liter perdetik.

Guna mengatasi berkurangnya debit air tersebut, pihaknya pun terpaksa harus melakukan penambahan stock air dari sumur dalam.

Namun, kata Dwi, penambahan air dari sumur dalam itu menyebabkan biaya operasional menjadi membengkak.Untuk melakukan penambahan air itu PDAM harus menghidupkan pompa penyedot air yang membutuhkan listrik cukup tinggi. Dengan demikian, PDAM pun harus mengeluarkan tambahan biaya listrik kurang lebih Rp 50 Juta perbulan. Jika biasanya PDAM hanya mengeluarkan biaya listrik sebesar Rp 200-250 Juta, dengan adanya penambahan listrik itu PDAM harus mengeluarkan biaya listrik sebesar Rp 300-400 Juta perbulan.

Celakanya, meski sudah menambah persediaan air dari sumur dalam yang menyebabkan pembengkakan biaya operasional, pasokan air ke pelanggan tetap saja tak bisa maksimal. Ini karena saking minimnya sumber air selama dalam musim kemarau panjang ini. Untuk sementara, kata Dwi, PDAM terpaksa melakukan penggiliran pasokan air sampai produksi air kembali normal.

“Karena itu, pasokan air ke pelanggan akan sedikit terganggu”, ungkapnya.

SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...