Propam Polda Papua Sita Sepuluh Senpi Milik Anggota Brimob

JAYAPURA — Penyidik Profesi dan Pengamanan Polda Papua menyita sepuluh senjata organik milik anggota Brimob yang bertugas saat pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, 17 Juli lalu.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan, sepuluh senjata tersebut disita demi kepentingan Uji Balistik di Laboratorium Forensik Polri. Namun, mengenai hasil Uji Balistik itu merupakan tanggung jawab dari pihak yang memiliki keahlian dibidangnya, dalam hal ini Laboratorium Forensik (Lapfor).
“Jadi ada anggota kita yang disitu kurang lebih 10 orang yang diketahui membawa senjata dan telah disita untuk Uji Balistik. Semua masih dalam proses, hasilnya nanti tanggung jawab yang memiliki keahlian dalam bidangnya dalam hal ini Laboratorium Forensik,” tegas Waterpauw, Rabu (05/08/2015).
Menurutnya, penggunaan senjata api oleh anggota dilapangan merupakan prosedur tetap (Protap) Polri.
“Kalau dilihat dari sebagian korban, itu adalah korban luka, artinya ada prosedur yang mereka jalankan, soal ada satu korban jiwa ya, nanti kita lihat dari proses ini,” ucap mantan Kapolda Papua Barat ini.
Disebutkan, ada tiga laporan terkait insiden di Karubaga, Tolikara, pertama menyangkut penyerangan dan pembakaran. Kedua, pihak yang menyuruh dan ketiga dampak dari pristiwa itu yang menyebabkan kematian yang korbannya berasal dari masyarakat.
“Itu otomatis sudah dibagi dan penyidiknya sudah berjalan,” kata mantan Kapolda Papua Barat ini.
Pihaknya telah memprioritaskan penanganan kasus Tolikara, agar tidak dikembangkan atau dipikirkan masyarakat yang ada diluar Papua. Ia juga berpandangan situasi secara keseluruhan di Tolikara sudah sangat kondusif dan normal.
“Setahu saya, selama ini tidak ada persoalan di sana, negara ini adalah negara hukum, jadi mari semua pihak berpartisipasi menjalankan aturan itu sendiri, soal bagaimana kelanjutannya itu saya pikir nanti oleh saya dan para pejabat di Polda,” kata PW sapaan akrabnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Papua, Kombes Pol Bambang Sutoyo menuturkan, pihaknya telah memintai keterangan 46 orang saksi dalam kasus penembakan di Karubaga, 16 diantaranya merupakan anggota Brimob Polda Papua.
“Ada 46 saksi yang kita periksa, 16 orang adalah anggota Brimob Polda Papua, sedangkan 24 orang adalah anggota Polres Tolikara. Sementara enam orang lainnya adalah warga sipil yang turut melihat insiden itu,” kata Bambang.
RABU, 05 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...