Ratusan Hektar Lahan di Satarmese Barat Terancam Gagal Panen

FLORES — Kekeringan tengah melanda lahan persawahan di daerah irigasi Wae Mau I dan Wae Mau II, Narang, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Kondisi ini mengakibatkan ratusan hektar lahan sawah di daerah tersebut kembali terancam mengalami gagal panen.
Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Satarmese Barat, Sales mengakui, tanda-tanda gagal panen kini sudah mulai tampak terjadi pada sejumlah lahan. Keadaan ini diperkirakan akan semakin parah dan meluas jika kekeringan terus berlanjut.
“Memang untuk sementara, mungkin belum sampai 5 persen yang kekeringan. Hanya persoalannya kalau kekeringan berlanjut, memang pasti akan terancam semua,” tutur Sales di Narang, Sabtu (22/08/2015).
Bahkan ada pula, kata dia, sejumlah petani di wilayah irigasi Wae Mau I dan Wae Mau II pada musim tanam ini sudah tidak bisa menanam lagi. 
“Ada memang yang tidak tanam karena debit airnya kurang. Mengenai debit air ini, itulah, sempat ada janji rehab saluran dan bendungan Wae Mau II, tetapi ternyata juga tidak ada anggaran,” ungkapnya.
Dirinya menyebutkan, tindakan merehab bendungan dan saluran merupakan langkah yang sangat penting dilakukan di wilayah irigasi Wae Mau I dan Wae Mau II. Hal ini diklaimnya bisa menjamin ratusan hektar lahan tetap terairi saat dilanda kekeringan.
“Kalau debit air, biasanya 400 hektar masih bisa dapat air. Salah satu penyebabnya saluran itu rusak, maka air jadi terganggu. Selama ini, ada sekitar 3 titik yang bocor, tetapi tidak diperbaiki,” klaimnya.
Pantauan Cendana News, sebagian besar saluran irigasi Wae Mau I dan Wae Mau II yang tersebar di Desa Hilihintir dan Cambir Leca sudah mengalami penurunan debit air yang sangat ekstrim. Hal ini membuat sejumlah petani yang sudah terlanjur menanam terpaksa berjibaku menyelamatkan tanaman padi dengan ronda siang dan malam merebut jatah air. Bahkan tidak sedikit pula di antaranya tampak mengalami kekeringan total sehingga tidak bisa ditanami padi.
SABTU, 22 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...