Rektor UHO Menyerukan Semangat Persatuan dalam Penutupan Expo Program Studi


KENDARI—Rangkaian acara Expo Program Studi dalam rangka Dies Natalis XXXIV secara resmi ditutup oleh Rektor Universitas Haluoleo Kendari pada hari Selasa (26/8/2015). Dalam sambutannya, Prof. Usman Rianse menyampaikan bahwa dari UHO (Universitas Haluoleo) diserukan persatuan dan kesatuan untuk seluruh Indonesia. 
Dari UHO akan banyak lahir intelektual muda yang sangat menjiwai Pancasila, toleran, memiliki semangat gotong royong dan jiwa persatuan yang mengakar dibangun dari segala perbedaan yang ada. Rektor yang menurut mahasiswanya sangat “gaul” ini menggunakan istilah yang unik dalam menyapa audiens yang hadir, ia menyampaikan dengan lantang “Selamat malam saudara-saudara aliran berdiri, duduk dan bergoyang, semuanya bersatu padu untuk Indonesia,” yang disambut sorak sorai oleh semua yang hadir. 
Selanjutnya Usman Rianse menandatangani prasasti sebagai tanda penyerahan koli-koli (perahu)  secara simbolis kepada Abdul Rauf Sulaiman untuk kemudian disimpan di UPT Museum Wallacea. Rianse menekankan pentingnya bagi seluruh generasi muda bangsa untuk menghargai karya leluhur dan terus mengkaji sejarah Indonesia pada umumnya dan sejarah Sulawesi Tenggara pada khususnya, karena menurutnya generasi yang sadar dan menghargai sejarah adalah generasi yang akan selalu mampu menjiwai bahwa negeri ini dibangun diatas keberagaman dan yang terpenting dibangun dengan semangat gotong royong. 
“Jangan pernah bercerai berai, karena semangat persatuan akan membuat bangsa ini semakin kuat. Dari sini (Universitas Haluoleo), kita serukan semangat persatuan untuk Indonesia,” tutup rektor yang tercatat sebagai salah satu penerima beasiswa Yayasan Supersemar ini. 
Kehadiran Anang Hermansyah
Salah satu daya tarik dari acara penutupan Expo Program Studi dalam rangka Dies Natalis XXXIV Universitas Haluoleo ini adalah hadirnya Anang Hermansyah, pennyanyi yang sekarang ini juga Anggota DPR RI Komisi X. 
Dalam sambutannya, Anang Hermansyah mengkisahkan bahwa dirinya tidak menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, hanya sampai semester lima. “Jika saya yang tidak sarjana bisa memberikan kontribusi bagi negeri ini, salah satunya dengan menjadi Anggota DPR RI, apalagi kalian semua yang sarjana, apalagi sarjananya dari UHO,” ucap Anang yang disambut luar biasa riuh oleh seluruh penonton. 
Anang mengatakan bahwa menjadi seorang rektor memang seharusnya seperti Prof. Usman Rianse, karena menurut Anang, Usman Rianse memadukan antara santai dan serius, antara pendidikan formal dan non formal, “beginilah kalau rektor memaksimalkan otak kanan dan kiri, jika rektornya seperti ini, saya sangat optimis akan dilahirkan banyak generasi muda cerdas, berwawasan sekaligus humanis dari kampus ini,” jelas Anang sambil memuji Tari Nusantara Duapuluh Dua Etnis karya Usman Rianse (Baca Berita Foto : Tari Kolosal Karya Rektor Universitas Haluoleo)
Diakhir sambutannya, Anang menyampaikan bahwa gaung persatuan dan toleransi yang digaungkan oleh Universitas Haluoleo akan memiliki arti bagi mahasiswa, masyarakat sekitar dan seluruh warga Sulawesi Tenggara dan diharapkan semangat ini bisa sampai ke seluruh pelosok negeri bahwa persatuan memang kunci utama untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.
“Jangan lupakan Pancasila, jangan bercerai berai, junjung tinggi semangat persatuan. UHO Bisa!” teriak Anang yang dilanjutkan dengan menghibur para penonton dengan beberapa lagu yang sudah sangat populer sehingga acara berubah menjadi paduan suara, karena seluruh penonton benar-benar hafal semua lirik lagu anang. 
“UHO luar biasa. Beberapa hari lalu saya diundang acara Persatuan OSIS seluruh Indonesia, dan saya didaulat sebagai pembina OSIS seluruh Indonesia, tetapi ramainya tidak seperti ini,” tutup Anang yang disambut sorak sorai. 
Sejenak, seluruh yang hadir lupa bahwa nilai tukar rupiah semakin merosot, tetapi sebagaimana diserukan oleh rektor Universitas Haluoleo, Prof. Usman Rianse dan Anang Hermansyah, semangat persatuan diharapkan bisa menjadi solusi untuk keluar dari segala masalah yang menimpa negeri ini. 
RABU, 26 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Sari Puspita Ayu
Foto : Rusman Rano
Editor : Gani Khair
Lihat juga...