Rel Ganda Buat Pelayanan Kereta Api Lebih Maksimal

Satu rangkaian KA penumpang sedang melintasi jalur ganda di daerah Kalibanteng, kota Semarang

SEMARANG — Untuk meningkatkan frekuensi dan efisiensi perjalanan kereta api (KA), maka Pemerintah dalam hal ini melalui Kementrian Perhubungan telah membangun dan mengoperasikan double track atau pelintasan jalur ganda rel KA.
Pembangunan jalur ganda rel KA tersebut dimulai dari Cirebon – Tegal – Pekalongan – Semarang – Cepu – Babat – Bojonegoro – Lamongan berakhir di stasiun Pasar Turi Surabaya. Jalur ganda rel KA sepanjang lebih dari 500 KM antara Cirebon – Surabaya tersebut, secara resmi telah beroperasi 100 persen pada akhir tahun 2014 lalu.
Banyak manfaat dengan adanya rel jalur ganda, antara lain satu rangkaian KA yang berlawanan arah tidak perlu lagi berhenti dan menunggu apabila berpapasan dengan KA satunya seperti dulu. Manfaat lainnya, efisiensi waktu tempuh perjalanan KA menjadi lebih cepat 2 – 3 jam daripada hanya satu jalur saja, karena tidak perlu bergantian melintas.
Arif Afandi, salah satu penumpang KA ekonomi Tawang Jaya, jurusan Semarang – Jakarta PP mengatakan, dengan adanya jalur ganda, perjalanan KA khususnya kelas ekonomi yang biasanya lama karena jalannya bergantian.
“Kini waktu tempuhnya lebih cepat beberapa jam dan ketepatan waktunya juga jauh lebih baik, beda banget deh pokoknya dengan jaman dulu ” terangnya.
Namun seiring dengan beroperasinya jalur ganda, warga masyarakat sebagai pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati – hatian, terutama saat menyeberang di perlintasan jalur ganda rel KA. Sudah tak terhitung berapa banyak pengguna jalan, mulai dari pejalan kaki hingga yang naik kendaraan bermotor meninggal dunia sia – sia akibat kecelakaan dengan kereta api.
PT. KAI ( Persero ) yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai operator tunggal pengelola transportasi angkutan KA, telah berulang kali mengingatkan warga masyarakat agar senantiasa berhati – hati saat melewati perlintasan sebidang rel kereta api, terutama yang tak ada palang pintunya dan tak ada petugas penjaganya.
Sebelum menyeberang suatu perlintasan jalan KA, tengok ke kiri dan ke kanan terlebih dahulu, pastikan aman tidak ada kereta api yang melintas. Kemudian jangan bermain – main disekitar jalur rel yang masih aktif dilalui KA, kalau hanya sekedar pengen melihat lalu – lalang kereta api, sebaiknya dari kejauhan saja dan pastikan ditempat yang aman.
Nurjoyo, warga Kalibanteng, kota Semarang, ketika ditemui Cendana News mengatakan, terkadang pagi atau sore, dia selalu mengajak anak – anak untuk sekedar melihat lalu – lalang KA, baik yang melintas ke arah barat maupun ke arah timur. 
“Tapi saya berada di tempat yang aman dan jauh perlintasan rel KA,” sahutnya.
Menurut sepengetahuannya, dengan beroperasinya jalur ganda, potensi bahaya yang ditimbulkan juga makin meningkat, banyak orang mengalami kecelakaan di jalan KA. Saat menyeberang perlintasan rel KA, para pengguna jalan rata – rata tidak melihat kekiri dan kekanan. “Mereka cenderung mengabaikan kemungkinan adanya KA yang akan melintas ” pungkasnya.

KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...