Remisi Dasawarsa Menjadi Istimewa Bagi Warga Binaan Lapas Kalianda

LAMPUNG — Remisi setiap sepuluh tahun sekali atau remisi dasawarsa menjadi waktu yang dinanti-nantikan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas), tidak terkecuali warga binaan Lapas kelas II A Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Remisi dasawarsa sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-70.
Kepala Lapas Kelas II A Kalianda, Gunawan Sutrisnadi mengungkapkan, remisi dasawarsa diberikan kepada 378 warga binaan, sedangkan untuk remisi umum diberikan kepada 302 warga binaan. Setelah dikurangi remisi umum dan remisi dasawarsa, sebanyak 15 warga binaan dibebaskan pada saat pemberian remisi peringatan hari kemerdekaan.
Menurut Gunawan, peringatan HUT RI ke- 70 Kemerdekaan merupakan saat saat istimewa di mana  sebanyak 15 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Kalianda, Lampung Selatan bebas.
“Mereka istilahnya mendapat remisi dobel sebab selain memperoleh remisi umum para warga binaan juga memperoleh remisi dasawarsa peringatan Hari Proklamasi,”ungkap Gunawan Sutrisnadi saat dikonfirmasi Kamis (13/8/2015).
Berdasarkan data ia mengungkapkan, pada tahun 2015 ini warga binaan dapat memperoleh maksimal remisi selama 9 bulan, yang berasal dari remisi umum maksimal 6 bulan dan remisi dasawarsa 1/12 masa pidana atau maksimal 3 bulan. Sehingga total remisinya yang didapat 9 bulan.
“Pemberian remisi dasawarsa ini sesuai Keppres nomor 120 tahun 1955 tentang Pengurangan P?dana Istimewa pada Hari Dasawarsa Proklamasi Kemerdekaan,”terangnya.
Berdasarkan catatan remisi ini sudah diberikan sejak tahun 1955, 1965, 1975 atau setiap 10 tahun sekali. Bagi para narapidana yang menjalani masa tahanan selama di atas sepuluh tahun dipastikan akan memperoleh remisi dasawarsa jika berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan.
Dikatakannya, remisi dasawarsa atau remisi setiap 10 tahun sekali itu diberikan kepada seluruh warga binaan tanpa syarat bagi seluruh warga binaan yang sudah berstatus hukum tetap serta berkelakuan baik. Namun, kata dia, tidak bagi warga binaan yang mendapatkan vonis hukuman mati, seumur hidup dan yang pernah melarikan diri dari LP.
Sedangkan bagi warga binaan yang tersandung kasus korupsi dan narkoba yang tidak mendapatkan remisi umum, mereka tetap mendapatkan remisi dasawarsa. Namun untuk mendapakatan itu, tetap harus mempunyai persyaratan tersebut.
“Meskipun mereka dalam remisi umum tidak mendapatkan pengurangan, tapi dalam remisi dasawarasa mereka mendapatkan. Asalkan masuk dalam ketentuan syarat penerima remisi dasawarsa,” ungkapnya.
Remisi akan diberikan menurut Gunawan pada saat peringatan HUT RI ke-70 dengan kegiatan upacara bendera di halamana Lapas kelas II A Kalianda.Sementara itu menjelang  peringatan 17 Agustus warga binaan melakukan berbagai kegiatan diantaranya lomba kebersihan, beberapa lomba untuk memeriahkan HUT RI ke-70 tersebut.
Sementara itu salah satu warga binaan, Andi (34) yang menjalani masa pembinaan di lapas Kalianda karena terlibat kasus pencurian mengaku ia merasa bersyukur karena mendapatkan remisi tersebu.
“Saya bersyukur sebab sebelumnya mendapat remisi hukuman pada hari raya Idul Fitri, sekarang mendapat remisi umum dan dasawarsa mudah mudahan sisa hukuman saya bisa saya pergunakan dengan baik,”ungkap Andi.
Ia mengaku sedang menjalani sisa hukumannya dengan mengikuti pelatihan pelatihan keterampilan yang difasilitasi Lapas Kalianda sehingga sat keluar ia berharap bisa kembali ke masyarakat menjadi warga yang baik.
KAMIS, 13 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...