RSUD Balikpapan Keluhkan Rumitnya Administrasi BPJS

BALIKPAPAN — Tidak terjaminnya korban kecelakaan membuat pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balikpapan kesulitan menanganinya. Karena untuk korban tersebut yang membutuhkan perolongan cepat harus mengurus administrasi ke Jasa Raharja.
“Ini jadi masalah kita sebagai tempat pelayanan bingung harus ke jasa raharja dulu,”Dirut RSUD Balikpapan drg. Dyah Muryani, Rabu (12/08/2015).
Dia juga menyebutkan, pada pihak Jasa Raharja, terdapat juga ketentuan, yang ditanggung kecelakaan yang ada lawannya.
“Tapi kalau kecelakaan tunggal, jasa raharja juga tidak menjamin. Pertanyaannya sekarang yang menjamin siapa, sementara masyarakat perlu pertolongan,”katanya.
Dyah mengatakan, jumlah pasien kecelakaan dalam perharinya bisa sekitar 9 hingga 10 korban. Sementara mereka harus tetap mendapatkan pertolongan utama. Untuk sementara Pemda yang membiayai. 
Untuk itu, Dia mengatakan persoalan ini perlu dibahas kembali bersama BPJS dan jasa Raharja. 
Dyah mengharapkan, dalam pengobatan jangan sampai masyarakat terbentur pada persyaratan administrasi padahal banyak kasus dilapangan yang demikian. Seperti kasus orang terlantar yang tidak memiliki keluarga apalagi dokumen kependudukan. Termasuk juga bayi lahir 0 hingga 7 hari jika sakit tidak masuk dalam BPJS sehingga solusinya hamil 7 bulan harus daftar BPJS.
RABU, 12 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...