Rumah Murah Bagi Masyarakat Penghasilan Rendah Masih Sebatas Impian

Bangunan perumahan BTN nampak berjejer di kawasan jalan Lingkar selatan Kota Mataram
MATARAM — Memiliki rumah murah dan layak huni menjadi harapan dan impian setiap masyarakat, terutama warga dengan ekonomi dan penghasilan rendah. Tidak terkecuali di Kota Mataram yang masih banyak penduduknya belum memilik rumah dan hanya tinggal di kontrakan maupun kos-kosan.
Basri, karyawan salah satu perusahaan swasta di Mataram mengaku memiliki rumah murah bagi masyarakat dan pekerja berpenghasilan rendah sampai sekarang masih sebatas impian. Basri sendiri sampai sekarang belum memiliki rumah dan tinggal di rumah BTN kontrakan tipe 21 yang dibayar setiap tahunnya empat juta rupiah bersama istri dan satu orang anaknya.
“Sampai sekarang masih tinggal di rumah kontrakan, habis kalau mau ambil rumah BTN yang dikredit sekarang itu cicilan setiap bulannya cukup mahal, paling rendah dua juta lebih ke atas, sementara penghasilan tidak seberapa,” kata Basri di Mataram, Kamis (6/8/2015).
Disebutkan, kalau mau dipaksakan mengambil rumah kredit, dengan gaji yang pas-pasan rasanya berat dan tidak sanggup, nanti gaji bisa habis untuk bayar cicilan. 
“Nanti anak istri mau makan apa, sementara kebutuhan hidup juga lumayan mahal di Mataram, jadi untuk sementara lebih baik tetap tinggal di rumah kontrakan seperti ini,”sebutnya.
Pengakuan sama juga diungkapkan Sahabudin, warga nelayan, Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram, meski dirinya memiliki rumah di pinggiran pantai namum masih seadanya, masih berupa tembok biasa beratapkan asbes, dan terkadang ketika air laut naik, air bisa masuk menggenangi rumahnya.
“Ya kalau ditanya keinginan memiliki rumah, pasti berkeinginan, tapi apa daya, dengan profesi sebagai nelayan, pendapatan yang didapatkan tidak seberapa, syukur saja kebutuhan keluarga bisa tercukupi, dulu katanya ada program bedah rumah dari Pemkot Mataram, tapi sampai sekarang tidak ada,”sebutnya.
KAMIS, 06 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...