Satu Calon Wakil Bupati Sleman Terancam Dibatalkan


YOGYAKARTA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sleman, Yogyakarta, akhirnya menetapkan dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bersaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang. Namun dari dua pasangan tersebut, satu calon terancam dibatalkan karena sampai kini calon wakil bupati itu belum juga menyerahkan surat pemberhentiannya sebagai anggota DPRD Sleman dari pihak yang berwenang. 
Penetapan dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bersaing di Pilkada Serentak, 9 Desember mendatang, dilakukan oleh KPUD Sleman setelah meneliti persyaratan administrasi para bakal calon yang mendafatrakan diri, Senin (24/8). Dari penelitian administratif itu, kedua pasangan yang telah mendaftar dinyatakan memenuhi persyaratan dan bisa ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati Sleman. Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati itu adalah  Yuni Sattya Rahayu -Danang Wicaksana Sulistia, dan Sri Purnomo – Sri Muslimatun. 
Namun demikian meski sudah ditetapkan, salah satu calon wakil bupati yaitu Sri Muslimatun sampai kini masih harus menghadapi ancaman dibatalkan penetapannya oleh KPU. Pasalnya, calon wakil bupati dari pasangan incumbent tersebut sampai kini belum juga menyerahkan surat pemberhentian sebagai anggota DPRD setempat, yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Hingga kini, Sri Muslimatun baru menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Sleman. Sedangkan surat pemberhentiannya dari pihak berwenang belum diserahkan.
Ahmad Shidqi, Ketua KPUD Sleman mengatakan, dengan belum lengkapnya persyaratan Sri Muslimatun itu, pihaknya masih memberi tenggang waktu selama 60 hari ke depan. Jika dalam batas waktu tersebut yang bersangkutan belum juga bisa menyerahkan surat pemberhentiannya sebagai anggota DPRD Sleman dari pihak terkait, penetapan Sri Muslimatun sebagai calon wakil bupati akan dibatalkan.
Sementara itu, DPC PDIP Kabupaten Sleman menyatakan telah mengajukan surat pemberhentian Sri Muslimatun ke DPP PDIP di Jakarta. Namun sampai kini pihaknya masih belum mendapatkan jawaban. Ketua DPC PDIP Sleman, Kuswanto, membantah jika pihaknya dianggap sengaja menghambat pencalonan Sri Muslimatun. Sebab, katanya, wewenang Surat Pemberhentian itu sepenuhnya merupakan wewenang DPP PDIP.
Dalam Pilkada ini, pasangan Yuni Satya Rahayu-Danang Wicaksana Sulistia diusung oleh PDIP, Partai Gerindra dan PKS. Sedangkan pasangan Sri Purnomo-Sri Muslimatun diusung delapan partai, yaitu PAN, Partai Golkar, PPP, PKB, Hanura, Nasdem, PBB dan Demokrat.

SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...