Satu Korban Pesawat Gagal Landing di Yahukimo Berikan Kesaksian

Komala Air yang keluar dari landasan bandara Ninia, Yahukimo – Istimewa

JAYAPURA — Dua korban kecelakaan pesawat di bandara Ninia, Kabupaten Yahukimo. Masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Dian Harapan, Waena, Kota Jayapura. Yokiat Kobak (47) dan La Ode Sahimu (68) mendapat perawatan medis sekitar pukul 12.50 waktu Papua setelah berhasil dievakuasi dari Ninia, Yahukimo.
La Ode Sahimu (68) salah satu korban saat berikan kesaksian kepada media mengatakan, kondisi cuaca saat pesawat hendak landing ke Bandara Ninia, Yahukimo sedang cerah dan jarak pandang mata sangat jelas.
“Pandangan mata dekat, hanya saja, angin yang agak kencang. Posisi pilot satu terjepit setir pesawat, darah banyak berceceran di pesawat dan co pilot kondisinya tidak terlalu kritis,” dijelaskan Sahimu dikunjungi media ini, Rabu (12/08/2015) sore.
Dirinya yang baru pertama kali melihat dan menaiki peswat Komala Air tersebut, mengaku sebelumnya telah boking pesawat AMA untuk terbang dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya ke Ninia, Yahukimo. Tetapi yang ia dapatkan hanyalah pesawat Komala Air tersebut.
“Saya posisi duduk dibelakang, bersampingan dengan Pak Kepala Distrik. Pesawat sudah mau mendarat, tapi pilot ini sepertinya baru pertama kali mendaratkan pesawat di bandara itu,” ujarnya.
Saat pilot memutar pesawat dan landing, lanjutnya tiba-tiba pesawat tersebut menabrak pohon. “Saya pikir pilotnya itu baru tes landing di bandara itu. Baru pertama kali. Kami terbang sekitar jam tujuh pagi, tapi posisi pilot ini, salah ambil jalur untuk landing tidak seperti biasanya. Kayaknya pilotnya orang Bugis, iya orang Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala SAR Jayapura, Ludianto saat ditemui sejumlah jurnalis mengatakan pesawat yang dipiloti Herman Iyuno membawa empat penumpang dan 2 orang kru. Pesawat tersebut dicarter oleh pegawai Pemda Yahukimo yang akan bertugas ke Distrik Ninia.
“Memang seharusnya 22 menit setelah lepas landas, pesawat mendarat, tetapi karena masalah cuaca buruk, angin kencang sehingga pesawat berputar-putar sekitar 40 menit  di udara baru mendarat,” kata Ludianto di Sentani, Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, pesawat tersebut keluar dari landasan pada sebelah kiri dan menabrak kayu yang ada di pinggir landasan. Kini, keenam korban telah dievakuasi oleh Helivida milik miisionaris ke RSUD Wamena di Jayawijaya.
“Dua orang korban luka La Ode Sahimu dan Yakyat Leobak di evakuasi menggunakan pesawat Air Nusantara ke Rumah Sakit Dian Harapan di Waena, Jayapura,”sebutnya.
Pilot Herman, menjalani operasi di RSUD Wamena karena mengalami cedera kepala yang cukup parah, jenazah teknisi Eko Wijayanto juga disemayamkan di RSUD Wamena. “Dua korban lainnya Yali Pahabol dan Adam juga dirawat di RSUD Wamena,” ujarnya.
Pesawat milik PT Komala Air, jenis PAC 750 XL PK –KIG terbang atau take off dari Wamena sekitar pukul 07.43 waktu Papua, sedangkan estimasi tiba di bandara Ninia, Yahukimo sekitar pukul 08.05 waktu Papua. Namun, pada pukul 08.45 waktu Papua, pesawat yang gagal landing tersebut keluar dari jalur bandara dan menabrak pohon.

RABU, 12 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...