Sekjen GPP : Reformasi Membiarkan Komunis Tumbuh dan Menyaingi Pancasila

Saiful Sulun, Sekjen Gerakan Pemantapan Pancasila

JAKARTA—Hari ini, Selasa (18/8/2015) bertempat di Gedung Granadi, Graha Paramita, Kuningan, Jakarta, Gerakan Pemantapan Pancasila menyelenggarakan acara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70 sekaligus Halal Bihalal Idhul Fitri 1436 H. 
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Sekjen Gerakan Pemantapan Pancasila, Saiful Sulun yang kemudian dikumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh semua yang hadir, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dipimpin oleh Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden pada 1993-1998. 
Try Sutrisno
Saiful Sulun menyampaikan dalam sambutannya, “Diusia Bangsa Indonesia yang ke 70 tahun, serta 17 tahun era reformasi, kita masih belum bisa mencapai cita-cita kemerdekaan, yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” 
Bangsa kita lupa akan amanat para pendiri negara, yaitu menjadikan Pancasila sebagai Ideologi tunggal sebagai satu-satunya pilar pembangunan. Reformasi sebagai koreksi terhadap Orde Baru ternyata belum mampu menghantar Bangsa ini lebih maju dan sejahtera.  Ditambah lagi ideologi yang dulu hampir mencabik-cabik keutuhan Bangsa Indonesia seakan dibiarkan tumbuh untuk menyaingi Pancasila secara perlahan.
“para pelaku reformasi tidak pernah belajar dari Pak Harto,  dimana beliau menomorsatukan stabilitas dan keamanan negara sebagai faktor utama penentu keberhasilan pembangunan yang sudah terbukti selama 32 tahun pemerintahan beliau,” lanjutnya dengan tegas.
Pancasila harus tetap menjadi pandangan hidup bangsa yang mengalir di setiap  darah masing-masing rakyat indonesia,  jika demikian adanya maka pembangunan akan bisa terlaksana dengan baik demi kesejahteraan seluruh tumpah darah Indonesia. 
SELASA, 18 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Editor : Gani Khair
Lihat juga...