Semester I, Transaksi Saham di Kaltim Capai RP.1,8 Triliun

BALIKPAPAN — Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Balikpapan mendorong perusahaan-perusahaan lokal di Balikpapan dan Kalimantan Timur, untuk mendaftarkan perusahaan ke BEI dan melakukan IPO (Initial Public Offering) sebagai alterntaif pendanaan kegiatan operasional perusahaan.
“Potensi perusahaan lokal di Kaltim sebenarnya cukup besar, hanya belum banyak perusahaan lokal yang melakukan IPO sendiri,” ungkap Kepala BEI Perwakilan Balikpapan Dinda Ayu Amaliyya, Kamis (20/8/2015).
Ia juga meminta kepada pengusaha tidak perlu khawatir mengenai perbandingan antara  perusahaannya dengan perusahaan besar yang sudah bergabung. Karena perusahaan yang masih berkembang atau belum berskala besar akan masuk ke daftar di Papan Pengembangan.
Sementara itu, untuk pertumbuhan transaksi saham di Kaltim pada semester I/2015 mencapai sekitar Rp.1,8 triliun.
Dinda menyebutkan hingga saat ini belum banyak pemilik sub rekening efek yang aktif mengakses akunnya untuk mengecek pergerakan sahamnya sendiri dan rata-rata lebih memilih menggunakan jasa pialang saham.
“Sampai dengan akhir semester I/2015, jumlah sub rekening efek di Kalimantan Timur mencapai 5.427. Namun, yang aktif mengakses hanya berjumlah 560 investor, dengan jumlah investor yang aktif mengakses terbanyak berjumlah 268 investor asal Balikpapan,” jabarnya.
Ia mengakui banyaknya investor yang menggunakan jasa pialang untuk mengecek pergerakan saham diakibatkan karena kurangnya pemahaman mengenai pasar modal. Untuk itu, BEI Perwakilan Balikpapan gencar melakukan literasi mengenai pasar modal kepada masyarakat.
Dinda mengharapkan dengan gencar melakukan literasi akan banyak investor yang paham pasar modal.
KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...