SOLID NKRI Gelar Unjuk Rasa Menolak Gerakan Papua Merdeka

MALANG — Solidaritas Indonesia Dukung NKRI (SOLID NKRI) menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD kota Malang. SOLID yang merupakan gabungan dari beberapa Ormas ini menolak adanya gerakan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang menginginkan Papua merdeka.
Haris Budi Kuncahyo selaku korlap menjelaskan, tujuan dari aksi kali ini adalah untuk menolak gerakan AMP yang ingin papua berpisah dari NKRI.
Dikatakan, AMP dalam gerakannya selalu menginginkan berpisah dari NKRI dengan alasan perbedaan suku dan ras sehingga SOLID NKRI menganggap AMP sebagai kelompok separatis yang dapat membahayakan keutuhan NKRI. 
Menurut Haris, AMP sudah pernah melakukan aksinya sebanyak dua kali di depan gedung balaikota Malang, bahkan aksi AMP tidak hanya dilakukan di Malang saja namun juga di lakukan di daerah lain seperti Bandung, Solo, Yogyakarta dan kota lain di Indonesia. Aksi tersebut menunjukkan bahwa jaringan AMP sudah terbentuk di beberapa provinsi, Kota maupun Kabupaten di Indonesia.
“SOLID NKRI menghimbau kepada TNI dan Polri agar segera bertindak tegas membubarkan AMP,”jelasnya.
Selain menggelar aksi unjuk rasa, SOLID NKRI yang merupakan gabungan dari beberapa Ormas seperti FKPPI, Pemuda Pancasila, FPI dan para ulama ini juga membuat Surat Terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI, DPRD, Walikota dan Bupati se-Malang Raya serta pihak TNI dan Polri.
Suparno selaku perwakilan dari DPRD yang berasal dari fraksi Gerindra mengaku mendukung penuh dengan apa yang dilakukan oleh SOLID NKRI. Karena menurutnya seluruh partai politik yang berada di DPRD menolak paham-paham yang menginginkan untuk lepas dari NKRI. 
“Keutuhan NKRI adalah harga mati,” ucapnya.
Selain itu, Suparno juga mengingatkan bahwa ada bahaya laten lainnya yaitu bahaya paham komunis yang kini mulai kembali mengancam keutuhan NKRI.
Suparno menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk waspada agar jangan sampai disusupi paham komunis. 
“Jangan pernah memberikan ruang terhadap paham komunis untuk berkembang di Indonesia,” tegasnya.
Unjuk rasa yang berlangsung aman dan tertib ini kemudian diakhiri dengan pemberian Surat Terbuka kepada perwakilan Anggota DPRD yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama demi keutuhan NKRI.

KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...