Stasiun Cikini Terus Benahi Kenyamanan Layanan Publik

JAKARTA — Membaca nama Cikini mengingatkan kita akan dua tragedi menggemparkan.  Pertama,  percobaan pembunuhan terhadap Presiden Soekarno dengan granat mobil pada 30 November 1957 dan kedua, seorang penumpang KRL meninggal akibat tersengat listriK saat Naik diatas gerbong kereta dari Bogor.
Dengan semua tragedi tersebut maka Stasiun Cikini berbenah diri dalam menyediakan kenyamanan serta rasa aman bagi masyarakat dalam menggunakan jasa angkutan kereta api.
Hal ini diperkuat dengan ditempatkannya Pusat Layanan Humas bagi jasa angkutan kereta api di Daerah Operasi I (DAOP I) di lantai satu stasiun cikini.
Stasiun cikini berdiri Bersamaan dengan dibangunnya rel kereta api layang rute Manggarai-Jakarta Kota. 
Stasiun Cikini dibangun sebagai stasiun kecil yang kebanyakan digunakan sebagai penghubung atau transit, dengan konsep jalur kereta api layang modern. Walau hanya memiliki dua peron atau dua jalur lintasan kereta api, sejak kereta Jabotabek sampai sekarang era commuter line, stasiun cikini tetap memberikan layanan publik yang baik bagi masyarakat.
Rully,  seorang mahasiswa di daerah cikini merasa aman dan nyaman setiap harinya berangkat dan pulang Cikini-Jatinegara. 
“Tidak tahu apa sebabnya, pokoknya nyaman jika didalam stasiun cikini. Apalagi sekarang sudah ada commuter line maka lebih nyaman dan aman,” jelas Rully kepada Cendana News di Stasiun Cikini, Senin (17/08/2015).
Belajar dari tragedi dalam sejarah daerah Cikini, tampaknya pihak stasiun tidak ingin hanya diingat sebagai tempat terjadinya tragedi-tragedi besar.
Stasiun Cikini memiliki harapan bahwa masyarakat mengingat stasiun sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk menggunakan jasa angkutan kereta api, khususnya Commuter line. Saat ini di stasiun cikini sedang dibangun kelengkapan fasilitas eskalator demi kenyamanan penumpang kereta api.

SENIN, 17 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...