Stasiun Tanjung Priok Diagendakan Buka Layanan Commuter Line

JAKARTA — Meski Menuai kritik pedas dari jajaran pemerintah Hindia-Belanda dengan sebutan “pemborosan”, pembangunan Stasiun Tanjung Priok yang megah di tahun 1914 oleh Gubernur Jendral A. F. W. Idenburg tetap dilaksanakan. 
Dengan dikerjakan oleh 1.700 orang dengan 300 diantaranya adalah pekerja berkebangsaan Eropa, berdirilah stasiun tanjung priok dengan 8 peron untuk menghubungkan pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat Kota Batavia.
Dalam perjalanan pelayanan masyarakat yang dilakukan stasiun tanjung priok, ia melayani angkutan peti kemas dan sampai tahun 1925 juga melayani kereta api listrik tujuan Batavia.
Tampaknya kicauan jajaran elite pemerintah hindia-belanda kepada Gubernur Idenburg kala itu tidak ingin dialami oleh PT. KAI sebagai induk semang kereta api di Indonesia. Maka sejak tanggal 7 Agustus 2015 PT. KAI resmi menutup pelayanan angkutan dan tiket penumpang di stasiun tanjung priok. Dan hal ini diindikasikan oleh Kepala Stasiun Tanjung Priok berinisial SHN sebagai persiapan pelayanan Commuter Line ke depannya.
“Saya tidak mengerti kicauan orang Belanda jaman dahulu kala,  tapi yang jelas secara pribadi saya melihat akan ada pelayanan commuter line disini,” ucap SHN  kepad Cendana News, di Tanjung Priok, Senin (17/08/2015).
Kesiapan sarana dan prasarana penunjang kenyamanan publik di stasiun tanjung priok sudah memadai. Memang butuh sedikit polesan berupa keberadaan franchise makanan-minuman, apotik, minimarket, dan beberapa layanan publik lainnya,  namun kesiapan stasiun tanjung priok saat ini sudah bagus untuk dibuka pelayanan Commuter Line.
Walaupun baru dua bulan bertugas sebagai KS Tanjung Priok, namun SHN yakin Stasiun kereta api yang dikepalainya akan semakin maju jika ada Commuter Line di stasiun yang berstatus cagar budaya ini.
“Saya melihat dari kacamata bisnis. Hanya mengandalkan angkutan barang dan penjualan tiket penumpang saja kami menghasilkan 800 juta perbulan. Anda bayangkan jika Commuter Line direalisasikan oleh manajemen? Maka pemasukan kepada negara akan semakin besar,”jelas pria bersahaja berkumis tipis tersebut.
Harapan SHN kedepannya, Stasiun Tanjung Priok akan semakin maju dan terus maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat,  Kota Jakarta,  dan Negara Republik Indonesia.
“Kali ini tanpa kritikan dari orang Belanda lagi,”ujar SHN berseloroh sambil mengakhiri pembicaraan.

SENIN, 17 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...