Stok Obat HIV AIDS di Maluku Tersisa untuk Dua Bulan

AMBON — Stok obat untuk penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haulussy Kota Ambon Provinsi Maluku, hanya dua bulan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh negative terhadap keberadaan Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA di Maluku.
Menyikapi masalah ini anggota Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Temmy Oersepunny kepada Cendana News di Ambon Minggu (31/8/2015) menegaskan harusnya pihak dr. RSUD Halussy Ambon menyiapkan stok ARV lebih banyak.
Alasannya, karena kesempatan hidup penderita HIV/AIDS hanya tergantung atas ketersediaan obat dimaksud (ARV). Karena masalah ini serius, kata dia, dalam waktu dekat Komisi D mengagendakan pemanggilan terhadap Direktur RSUD Haulussy, dr. Justini Pawah.
“Kami akan memanggil pihak RSDUD Kudamati Ambon itu untuk membicarakan masalah ini,” katanya.

Dikemukakan, keberadaan ODHA di Maluku umumnya sangat memprihatinkan. “Sehingga tugas seluruh elemen masyarakat di Maluku harus menghimbau anak-anak muda agar menghindari hal-hal yang bisa menjadi penyebab tertularnya penyakit mematikan ini,” anjurnya.

Dikatakan, bukan bermaksud membela pihak RSUD. dr Haulussy, keterbatasan ARV di RSUD Haulussy Kudamati Ambon itu bisa diakibatkan meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS.

Sementara itu, sebagian besar ODHA di Maluku tertular dari penggunaan narkotika  dan sex bebas.

“Mereka yang terinfeksi dan tertular HIV/AIDS di Maluku itu karena penyalahgunaan obat terlarang dan sex bebas,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Treesje Tory menyebutkan, sesuai data Dinkes Kota Ambon untuk 2014 lalu ditemukan sebanyak 141 kasus HIV/AIDS di kota bertajuk manise tersebut. Pada 2013 lalu ada 146 kasus.

Total data Dinkes Kota Ambon sejak Januari 1994 – 31 Desember 2014, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 1.400 kasus. Pihak RSUD Halussy Ambon belum secara resmi menyampaikan berapa jumlah penderita HIV/AIDS yang sebenarnya di Maluku skala umum.
MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...