Sungai Janiah, Objek Wisata Legenda yang Hampir Dilupakan

AGAM/Sumbar –– Beragam Objek wisata yang terdapat di Sumatera Barat (Sumbar), mulai wisata budaya, wisata sejarah hingga wisata religi. Tidak ketinggalan wisata yang berasal dari legenda seperti Batu Malin Kundang dan Objek Wisata Ikan Sakti Sungai Janiah.
Di tengah masyarakat Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, ikan-ikan yang ada didalam kolam Sungai Janiah tersebut merupakan manusia yang dikutuk ibunya karena durhaka.
Dahulu, objek wisata ini sangat diminati masyarakat, dari berbagai daerah, bahkan luar provinsi. Bahkan dalam catatan, tidak pernah seharipun objek ini sepi pengunjung.
Namun sejak perkembangan objek wisata yang menjamur hampir disetiap kabupaten kota yang ada di ‘Ranah Minang’ membuat kunjungan tersebut makin menurun. Hal tersebut juga ditambah dengan sedikitnya wahana dan atraksi. Karena dilokasi wisata hanya ditujukan untuk menyaksikan ikan-ikan jenis garing sebagai cerita untuk mengingatkan anak agar tidak durhaka dan melihat ikan sakti yang dapat membuka kulit kacang sendiri.
Ketua pemuda setempat, Muhammad Nuzul menyebutkan, kunjungan dalam empat tahun terakhir sangat sedikit, ditambah lokasi yang cukup terpencil di Kecamatan Baso hingga pengunjung susah mengetahui keberadaannya. 
“Hari Minggu hanya dikunjungi 50 orang per hari. Saat lebaran kemarin kunjungan berkisar 200 orang saja per hari,” kata Muhammad Nuzul yang dihubungi Cendana News pada Sabtu (01/8/2015).
Meski minim kunjungan, Nuzul optimis tingkat kunjungan itu akan segera meningkat jika saja kawasan itu dibenahi secara total oleh pihak terkait.
”Di atas kolam Sungai Janiah itu ada Bukit Tanjua. Itu punya potensi besar untuk mendatangkan pengunjung karena di puncaknya pemandangan cukup menarik,” lanjut Nuzul.
Sungai Janiah ini punya legenda yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar. Alkisah, dahulunya ada sepasang anak manusia yang berubah jadi ikan karena melanggar larangan dari ibunya.
“Sejak saat itu, sepasang ikan yang awalnya dari manusia itu berkembang jumlahnya hingga mencapai ribuan seperti sekarang ini,” jelas Nuzul.
Ikan-ikan yang berada di kolam dengan air yang jernih itu tergolong jinak. Jika ada pengunjung yang melemparkan makanan ke dalam kolam, maka ikan-ikan dengan panjang sekitar 30cm itu akan datang langsung menyambar. Melihat tak banyak yang bisa dijual di objek itu, Sungai Janiah butuh sentuhan pengembangan pariwisata yang jelas.
Saat ini, untuk memasuki objek wisata itu, pengunjung hanya dikenai biaya karcis sebesar 2000 bagi anak-anak dan 3000 bagi dewasa.

SABTU, 01 Agustus 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...