Tangis Hiasi Do’a Bersama Ratusan Siswa Siswi se-Kota Jayapura

JAYAPURA – Tangisan mengalir dari ratusan murid SD, SMP, SMA se-Kota Jayapura, dalam do’a bersama yang berlangsung di lapangan upacara SMP Negeri 5 Jayapura Selatan, ratusan siswa siswi ini larut dalam kesedihan atas jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 pada 16 Agustus lalu di Pegunungan Bintang dan menelan 54 korban nyawa.
Dari pantauan Cendana News, seluruh siswa siswi di masing-masing sekolah yang ada di Kota Jayapura, Senin (24/08/2015) pagi tadi menggelar do’a bersama untuk para korban jatuhnya pesawat Trigana Air di Pegunungan Bintang. Selain untuk korban, ribuan siswa siswi yang ada di Kota Jayapura ini juga memanjatkan do’a kepada keluarga korban.
Terkhusus di SMP Negeri 5 Jayapura Selatan, ratusan siswa siswi, guru dari perwakilan sekolah SD, SMP, SMA yang ada di Kota Jayapura, larut dalam kesedihan mengenang tragedi jatuhnya pesawat yang menelan 54 korban jiwa.
Suasana duka menyelimuti ratusan peserta upacara yang hadir dalam do’a bersama tersebut, Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano yang turut hadir juga larut dalam kesedihan, mengingat beberapa korban pesawat yang berdomisili di wilayah Kota Jayapura.
Kami turut berduka cita atas jatuhnya psawat Trigana Air, kami dari pemerintah Kota Jayapura, berterima kasih kepada tim evakuasi, dan kami berdo’a juga tim identifikasi dapat mengidentifikasi seluruh jenazah korban pesawat jatuh,
Kami berdo’a kepada para korban, semoga para korban diterima disisi Tuhan yang Maha Kuasa, dan juga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan agar menerima musibah yang terjadi ini.
“Do’a bersama ini juga, sekaligus memberikan satu pelajaran saling mengasihi sesama manusia dari umat Tuhan, serta sebagai bangsa yang besar, kami semua patut mendo’akan dan ada nilai-nilai sosial yang tertanam dalam anak-anak didik kami, bahwa kehidupan ini dalam satu kebersamaan, toleransi, walaupun berbeda-beda agama. Kami berdo’a agar musibah ini tidak terjadi lagi di wilayah Papua, maupun seluruh Indonesia,”ujarnya.
Anggreini, salah satu siswi yang hadir dalam do’a bersama mengatakan, dirinya sangat sedih atas jatuhnya pesawat Trigana Air dan menelan puluhan korban jiwa. Dari do’a bersama ini, hatinya terketuk untuk mencintai sesama makhluk hidup, terlebih sesama manusia.
“Saya berdo’a buat korban pesawat dan juga untuk keluarga korban. Mudah-mudahan, tidak ada lagi pesawat jatuh, karena saya jadi merinding mendengar dan melihat orang menangis, melihat korban-korban pesawat jatuh. Doa bersama ini, mengetuk hati saya agar terus mencintai sesama makhluk hidup,” kata Rini sapaan akrabnya sambil mata berkaca-kaca.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa menjelaskan, do’a bersama ini bertujuan menanamkan  kepada anak didiknya sikap peduli terhadap sesama serta peduli terhadap lingkungan.
“Penumbuhan budi pekerti sudah harus ditanamkan sejak dini, mulai dari TK, SD, SMA maupun SMK. Ini salah satu aplikasi yang kami laksanakan pagi ini, dimana kebiasaan berdoa untuk kepentingan umum, untuk teman sendiri, juga kepada bapak ibu guru, serta berdoa kepada pemerintah, bangsa dan tanah air. Inilah aplikasi budi pekerti kepada siswa siswi,” kata Mudiyasa usai do’a bersama.
Walikota Jayapura, Benhur Tomy Mano larut dalam duka do’a bersama

SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...