Tekuni Kerajinan Kulit Kerang, Warga di Ambon Antar Anak jadi Sarjana

AMBON —  Sejak 21 tahun lalu, Ramla salah satu warga Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon Provinsi Maluku menekuni usaha kerajinan dari kulit kerang. Berkat keuletannya, hasil karyanya dilirik oleh pembeli dari luar daerah, dan hasilnya dapat mengantarkan anaknya menjadi sarjana.

Saat Cendana News menyambangi toko kerangnya pada Minggu (30/08/2015), di bilangan Sultan Hasanuddin No 10 Batu Merah Ambon, terlihat Ibu Ramla sedang duduk menjaga dagangannya yang terdiri dari berbagai motif yang terbingkai indah. Terpajang rapi di dinding siap dipasarkan. Tinggal para pengunjung atau pembeli untuk memilih motif kerang mana yang disukai untuk dibeli.

Menurut Ibu Ramla, untuk pengunjung atau pembeli bukan hanya warga Kota Ambon-Maluku saja, namun juga dari luar Maluku atau pulau Jawa dan lain-lain. Apalagi ada even lokal hingga nasional, biasanya para pengunjung atau pembeli ramai mendatangi tokoh kerang di Negeri Batu Merah tersebut.
Saat ditemui Cendana News memang  sepi pengunjung. “Tapi alhamdulillah tiap hari ada satu atau dua buah yang laris. Biasanya juga ada pesanan dari luar Maluku. Harga mulai Rp.100.000 hingga Rp.4.000.000 per buah,” terang janda dua anak yang telah sukses menyekolahkan anaknya dengan hasil usaha kerang hingga menggapai gelar sarjana.

Ibu Ramla mengakui, bukan hanya dirinya sendiri yang usaha kerang. Di Desa Batu Merah, banyak pengusaha yang sama.

“Bukan saya saja yang jual kerang di Batu Merah nyong wartawan lihat sendiri di samping ada banyak pengusaha kerang,” tutur Ibu Ramla dengan dialeg Ambon, sambil menunjuk pengusaha kerang lainnya di Batu Merah kepada Cendana News, Sabtu Sore (29/8/2015).

Ia mengaku pemerintah dalam hal ini BKKBN, Pos dan Giro pernah memberikan bantuan modal tapi itu kemudian ditagih lagi. Sementara baik Dinas Koperasi Kota Ambon maupun Provinsi Maluku tidak pernah memberikan bantuan untuk mendongkrak usahnya.
Ia menyebut, Dinas koperasi hanya pakai usaha kerang untuk ikut pameran. “Untuk bantuan berupa dana belum pernah,” bebernya.

Harapannya, untuk mengembangkan usahanya ini ada perhatian dalam bentuk bantuan dari pemerintah. “Kalau dibantu oleh pemerintah kan lebih bagus lagi,” tutur Ibu Ramla berharap.
Di tempat yang sama pengusaha kerang lain yaitu Ny. Warda Syarifa Assagaff (Marasabessy) yang juga ditemui Cendana News di toko kerangnya menuturkan, usahanya dirintis sejak 2007.

Pembeli yang mendatangi tempat usahanya itu bukan hanya lokalan Maluku namun juga dari luar. Tampak di toko kerang Ny. Warda aneka kerang terpajang di dinding hingga lantai.
“Kalau tiap hari pasti ada saja pembeli atau pesanan. Apalagi saat ada acara di Kota Ambon pengunjung yang kesini pasti banyak,” ungkapnya.

Ia menyebut, kerang yang dijualnya per buah ada Rp 100.000 hingga Rp 5.000.000 per buah.

Ibu tiga anak ini juga mengaku usahanya selain untuk makan selebihnya dipakai untuk kebutuhan menyekolahkan anak-anaknya.

Sama halnya dengan Ibu Ramla, Ny. Warda juga mengakui, dia jarang mendapat bantuan pemerintah untuk kembangkan usahanya.

“Kita punya modal sendiri. Kalau bantuan pemerintah sangat jarang. Kalau dibantu alhamdulillah,” pungkasnya.

MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...