Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 di Yogyakarta

Irawan dan Awang di rumah tersangka

YOGYAKARTA — Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penangkapan terhadap satu orang terduga teroris di Wilayah Sleman, Yogyakarta. Penangkapan berlangsung cepat dan senyap. Tak lebih dari lima menit penangkapan itu berlangsung dan tanpa perlawanan. Sedemikian cepat penangkapan itu, sehingga insan media pun baru mengetahui perihal penangkapan itu sehari kemudian, Rabu (26/8).
Warga pedukuhan Cupu Watu, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, dihebohkan dengan kabar penangkapan seorang tersangka teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Penangkapan yang sama sekali tidak diduga oleh warga setempat itu berlangsung cepat. Setyahadi, warga setempat yang sempat menyaksikan penangkapan itu mengatakan, waktu itu sekitar pukul 18.00 wib, di depan gank masuk kampungnya ada sebuah mobil Kijang LGX dan tiga sepeda motor di belakangnya. Mobil itu, kata Setya, masuk ke gank kampung dengan berjalan mundur dan seperti sengaja memenuhi badan jalan kampung.
Saat itu  bahkan seorang warga nyaris terserempet mobil tersebut. Namun tak lama setelah itu, tiba-tiba beberapa orang yang naik sepeda motor menangkap AA dan langsung melemparnya masuk ke dalam mobil Kijang melalui pintu bagasi yang dibuka oleh sopirnya. “Begitu AA sudah dimasukkan ke dalam mobil, mereka semua langsung pergi”, kata Setya.
Kejadian itu pun membuat heboh warga setempat. Setyahadi sempat menduga telah terjadi penculikan. Namun, beberapa lama kemudian ada seseorang yang mengaku sebagai aparat memberitahu dan meminta maaf telah membuat kegadahan.

“Orang yang datang mengaku sebagai aparat itu memberitahu kalau ternyata AA itu terduga teroris”, kata Setya.

Demi mendengar pemberitahuan itu, warga pun kian heboh. Namun demikian, penangkapan yang berlangsung pada Selasa (25/8), malam itu baru tercium media sehari berikutnya. Brigjen Polisi Erwin Triwanto, Kapolda DIY saat dikonfrimasi membenarkan telah terjadi penangkapan terduga teroris tersebut.

Dijelaskan Erwin, kemarin memang telah terjadi penangkapan terduga teroris di dusun Cupuwatu I, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta yang merupakan hasil pengembangan kasus terorisme di Solo beberapa waktu lalu. “Tersangka berinisial SF alias AA itu, langsung dibawa ke Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut”, jelas Erwin.

Sementara itu, Awang Prasongko Satria, Kepala Dukuh Cupu Watu mengatakan, selama ini warga desa tidak mengenal baik tersangka SF. Tersangka sebenarnya juga baru berada di desanya selama kurang lebih satu minggu. Tersangka itu kepada warga mengaku bernama AA. “Waktu datang pertama kali ke desa ini, AA mengaku belum punya KTP karena masih dalam proses pembuatan”, kata Awang.
Dijelaskan Awang, tersangka teroris selama tinggal di desa tersebut bekerja membantu Irawan, pedagang roti baling-baling di pinggir Jalan Raya Solo-Yogyakarta dusun Cupu Watu. Kepada Irawan, AA itu mengaku berasal dari Muntilan, Jawa Tengah. Irawan sendiri bersedia menerima AA bekerja di tempatnya karena AA merupakan suruhan dari teman kongsinya berdagang roti baling-baling.
Menurut Irawan, tersangka AA itu masih tergolong sangat muda. Kira-kira baru sekitar 20-an tahun usianya. Orangnya pendiam dan setiap hari lebih sering sibuk dengan gadgetnya. Irawan dan juga warga setempat sama sekali tak pernah curiga kalau AA itu ternyata seorang terduga teroris. “Orangnya biasa saja. Tidak berjenggot dan tidak bercelana congklang. Tiap keluar dari rumah selalu pakai masker atau cadar”, kata Awang.

kamar terduga teroris

Setyahadi, saksi penangkapan teroris

RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...