Terkait Keluhan Warga, Kadis Pendukcapil Manggarai Enggan Berkomentar

FLORES — Sebelumnya diberitakan, warga mengeluhkan pelayanan Dispendukcapil Manggarai karena terlalu lama memproses penerbitan sejumlah dokumen warga, seperti KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran, hingga berhari-hari dan bahkan berminggu-minggu. {Baca juga Pelayanan Dispendukcapil Manggarai Dikeluhkan Masyarakat}

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Cendana News menyambangi ruang kerja Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Pendukcapil) Kabupaten Manggarai, Flores dengan maksud meminta konfirmasi terkait proses penerbitan sejumlah dokumen identitas yang dinilai warga terlalu bertele-tele.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Pendukcapil) Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Kanja Antonius, enggan memberikan keterangan terkait masalah tersebut, karena, menurutnya memberikan keterangan terkait kinerja lembaganya merupakan kewenangan Kepala Daerah.

“Kalau ite bermaksud mau wawancara. Kalau ada yang mau wawancara, biasanya kalau saya di sini, lewat Bupati. Nanti Bupatinya itu yang minta tambahan saya. Untuk beri keterangan itu Bupati. Karena kita punya corong untuk pemerintah itu ‘kan Humas to. Nanti Bupati melalui Humas minta, apakah kami hadir,” ungkap Kanja kepada Cendana News, Rabut (26/08/2015).

Kanja mengakui, dirinya tidak bersedia menyampaikan keterangan apabila seseorang datang ke ruang kerjanya sebagai wartawan. “Kalau diskusi yang tidak untuk dipublikasikan, bisa. Tapi kalau mau dipublikasikan biasanya satu pintu saja. Kalau diskusi sebagai keluarga, sebagai teman, tidak dipublikasikan, bisa,” ujarnya.
Bahkan dirinya menuding, tindakan pimpinan SKPD memberikan keterangan pada wartawan merupakan tindakan sensasional dalam rangka mempopularisasi diri. “Kadang-kadang kita ini ‘kan mau cari nama melalui keraeng mereka. Tapi saya tidak mau. Sebetulnya aturan, tidak,” tutur Kanja.
Sementara itu, terkait dengan kehadiran wartawan di ruang kerjanya, Kanja bahkan menilai hanya membuang-buang waktu. “Inikah, semakin lama keraeng diskusi dengan saya di sini, makin banyak pekerjaan terabaikan. Berapa puluh orang sudah tunggu saya di luar. Keraeng makin lama diskusi dengan saya di sini, makin lama mereka tunggu,” tuturnya mendesak wartawan pergi.
RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...