Terkait Manifes, Dua Karyawan Trigana Air Diperiksa Polda Papua

Manifes penumpang Trigana Air ATR 42 yang jatuh di Pegunungan Bintang, 16 Juli lalu

JAYAPURA – Kepolisian Daerah (Polda) Papua melakukan pemeriksaan terhadap dua karyawan Trigana Air Service area Jayapura. Pemeriksaan tersebut terkait kasus manifest palsu yang terkuak dari nama yang tidak sesuai dalam manifes pesawat Trigana Air ATR 42 yang jatuh di Pegunungan Bintang, Minggu (16/08/2015) lalu.
Kombes Pol Patrige Renwarin

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin kepada Cendana News mengatakan saat ini pihaknya memeriksa dua karyawan Trigana Air, untuk mengetahui pasti soal manifes yang diduga palsu.

“Dua orang karyawan Trigana Air, siapa saja mereka nanti akan kita beritahu. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada lagi karyawan Trigana yang kami periksa,” kata Patrige, Rabu (26/08/2015).
Saat ditanya adanya keterlibatan oknum aparat keamanan yang bermain dalam penjaualan tiket ataupun pemalsuan manifes, ia mengaku sampai saat ini belum sampai ke arah itu, karena penyidik masih terpusat ke karyawan Trigana Air.
“Saya tidak bisa berspekulasi. Tapi kami akan melakukan proses hukum kalau memang ada oknum-oknum itu. Ini permainan sudah lama, akan kami dalami,” tegasnya.
Soal modus pemalsuan manifest, para karyawan Trigana Air menggunakan banyak Kartu Tanda Penduduk (KTP) tuk membeli tiket? Patrige menuturkan bahwa memang ada indikasi ke arah tersebut.
“Semua sedang kita dalami,” kata mantan Kapolres Sarmi dan Kapolres Merauke itu.
Pada tempat berbeda, pihak manajemen Trigana Air Sercive telah mengakui bahwa akan melakukan pemecatan 3-4 karyawan yang terlibat dalam calo tiket Trigana Air. Dimana, skandal percaloan tiket dalam tubuh Trigana Air untuk wilayah Papua, memang diduga telah berlangsung lama.
“Jumlah mereka ada Tiga hingga Empat orang. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan secara internal memang ditemukan ada oknum yang menggunakan KTP-nya untuk membeli tiket yang nantinya digunakan oleh calon penumpang. KTP-KTP asli tapi palsu itulah dipakai oknum untuk menjual tiket sehingga manifes dan penumpang yang terbang berbeda,” kata Direktur Operasional PT Trigana Air, Benny Sumaryanto.
Pihak managemen Trigana Air tetap berkoordinasi kepada aparat kepolisian tentang adanya sepuluh nama yang tak terdaftar dalam manifes penumpang didalam penerbangan pesawat Trigana Air ATR 42 yang jatuh di Distrik Oksob, Pegunungan Bintang, Papua.

RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...