Terminal Bus Sisemut Beralih Fungsi Jadi Tempat Pemberhentian Truk

Ratusan truk sedang menunggu gilirian menaiki kapal di pelabuhan bakauheni [Ilustrasi]

SEMARANG — Terminal Sisemut, begitu nama julukan salah satu terminal pemberhentian bus, mikrolet maupun bus Trans Semarang ( BRT ) di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Terminal ini seharusnya berfungsi sebagai mana layaknya sebuah tempat kendaraan angkutan umum, yaitu menurunkan penumpang dan parkir berhenti sejenak sambil menunggu penumpang yang naik.
Ketika mengunjungi terminal Sisemut Ungaran, tidak ada satu pun bus yang berhenti dan masuk ke terminal ini. Padahal persis di depan terminal tersebut merupakan jalan utama menuju ke Semarang, yang setiap saat dilewati bus AKAP, AKDP maupun bus kecil. Tercatat hanya bus Trans Semarang saja yang masuk dan berhenti di sini.
Banyak dijumpai di dalam terminal malah kantor – kantor yang menjual tiket, mulai tiket bus jarak jauh, tiket kereta api, tiket pesawat dan tiket kapal. Selain itu banyak warung yang menjual aneka makanan dan minuman bertebaran di dalam terminal, sedangkan penumpang malah mencegat bus di pinggir jalan.
Di dalam terminal kosong melompong, tidak ada kendaraan angkutan umum pelat kuning,  yang ada malah puluhan truk pengangkut pasir sedang terparkir rapi menghadap ke barat. Situasi ini bertolak belakang bila dibandingkan dengan jalan raya di depannya, dimana bus – bus terlihat lalu lalang melintas di depan terminal nyelonong begitu saja tanpa terlebih dahulu masuk ke dalam terminal.
Setiawan, warga sekitar terminal saat ditemui Cendana News mengaku keadaan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Dimana bus angkutan umum hanya melintas saja di depan terminal.

“Ya begini ini keadaan terminal Ungaran sehari – hari, paling banyak naik adalah penumpang bus Trans Semarang, jurusan Semarang – Ungaran PP, sedangkan bus angkutan umum lainnya hanya melintas saja di depan terminal, kayaknya enggan masuk mungkin karena sepi penumpang ” jelasnya.

Dia mengatakan biasa mencegat bus di pinggir jalan depan terminal Ungaran, karena tidak ada satu pun bus antar kota yang mau masuk terminal.
Sebenarnya situasi seperti ini bukan hanya di terminal Ungaran saja, banyak kasus – kasus serupa yang banyak dijumpai pada terminal – terminal kecil, terminal sedang sampai terminal besar sekalipun. Hal ini jelas merugikan penumpang, karena tidak nyaman harus berdiri menunggu bus di pinggir jalan dan mengurangi pendapatan kas daerah dari retribusi angkutan umum.
Ada dua hal pokok yang menjadi penyebabnya, pertama letak posisi terminal menyulitkan atau tempatnya kurang strategis, sehingga sepi dari penumpang. Kedua, adalah kurangnya ketegasan dari aparat, khususnya dinas perhubungan darat dan DLLAJR setempat untuk menindak perusahaan – perusahaan penyedia jasa angkutan umum yang tidak mau masuk ke dalam terminal.
MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...