Tiga Komplotan Penggendam Sikat Harta Korban Senilai Rp 77 Juta

Kompol Heru Muslimin menjelaskan modus pelaku
YOGYAKARTA—Aksi gendam terjadi di Yogyakarta. Dua dari tiga pelakunya sepasang suami istri. Ketiga pelaku berhasil memperdayai korbannya dan sempat menggondol harta milik korban dengan total nilai Rp 77 Juta. Namun, tiga komplotan penipu dengan modus gendam itu akhirnya berhasil diringkus oleh jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta.
Dadang alias Maulana (42) dan istrinya, Indah Sari (34), sepasang suami istri asal Garut, Jawa Barat terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Polresta Yogyakarta. Sepasang suami istri itu telah memperdayai Sri Mukasih, warga desa Tridadi, Sleman, Yogyakarta, dan berhasil menipunya hingga Sri Mukasih kehilangan harta bendanya. Dadang dan istrinya, melakukan aksi penipuan dengan ilmu gendam dibantu oleh satu pelaku lagi bernama Suryadi alias Zulkifli (42), yang kemudian diketahui berasal dari Makasar.
Kombes Pol Prihartono Eling Lelakon, Kapolresta Yogyakarta, melalui Kompol Heru Muslimin, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, dalam gelar perkara di Mapolresta setempat, Kamis (13/8) mengungkapkan, penipuan itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.00 wib. Ketika itu, jelas Heru, korban baru selesai berbelanja di mini market Jalan C Simanjutak, Yogyakarta. Keluar dari mini market itu, korban bertemu dengan Suryadi yang kemudian bertanya kepada korban tempat penjual telur asin.
Tak lama kemudian, Dadang dan Indah datang menghampiri Suryadi dan korban. Mereka, Dadang, Indah dan Suryadi berpura-pura tidak saling mengenal. Lalu, terjadi percakapan yang cukup akrab, lantaran mungkin korban sudah terpengaruh dengan ilmu gendam pelaku. Akhirnya, mereka semua sepakat menuju ke pasar bersama-sama untuk mengantarkan Suryadi membeli telur asin dengan menggunakan mobil milik pelaku. 
Sebagian barang bukti yang berhasil disita
Di dalam mobil itu, jelas Heru, Suryadi lalu mengeluarkan sebuah mustika. Ia mengatakan kepada korban, jika mustika itu bisa memberkati uang dan semua harta benda milik korban sehingga bisa memberkahi. Sekali lagi karena sudah terpengaruh ilmu gendam dan sugesti pelaku, korban pun menuruti saja apa yang dikatakan Suryadi. Korban meletakkan semua uang, gelang, cincin dan perhiasan lain yang dibawanya berikut Kartu ATM ke dalam tas. Untuk mengelabuhi korban, Suryadi meminta korban membuka tas itu kembali setelah berada di rumah dan harus pada tengah malam. Karena sudah terperdaya dengan ilmu gendam pelaku, korban pun sama sekali tidak curiga. Ketika turun dari mobil, korban tidak menyadari jika tasnya yang berisi harta bendanya telah ditukar oleh pelaku.
Menjelang tengah malam, korban baru menyadari jika tas yang berisi harta bendanya itu ternyata telah ditukar. Setelah diteliti, isi tas itu pun ternyata juga sama sekali berbeda. Korban pun sadar telah menjadi korban penipuan dan kemudian melapor ke polisi. “Atas dasar laporan itu, tim kami segara bergerak dan akhirnya berhasil menangkap ketiga pelaku tersebut di Kota Solo, Jawa Tengah”, ujar Heru.
Dalam pemeriksaaan, ketiga pelaku mengakui telah menipu korban dengan berpura-pura bisa memberkati uang dan harta benda milik korban. Terungkap pula dalam pemeriksaan, ketiga pelaku penggendaman itu selalu beraksi bersama. Peran Suryadi adalah memancing korban dan Dadang serta Indah mengalihkan perhatian korban. Ketiganya berhasil ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa mobil yang digunakan dalam operasi kejahatannya, dan sejumlah barang yang dibeli dengan uang hasil penipuan itu.  “Pelaku kita jerat dengan Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara”, pungkas Heru.
KAMIS, 13 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Eko Triarko
Foto : Eko Triarko
Editor : Gani Khair
Lihat juga...