Tim Akui Kesulitan Identifikasi Jenazah Pesawat Trigana Air ATR 42

JAYAPURA — Proses identifikasi 54 jenazah, korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 PK-YRN nomor penerbangan IL-267 di Pegunungan Bintang, Papua, termasuk yang sulit di dunia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Rumah Sakit Bhayangkaara Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramin Amiman.
Menurutnya, identifikasi 54 jenasah yang dilakukan tim Disaster Victim Identification  (DVI) Mabes Polri dan Polda Papua sangat sulit, apabila dibandingkan dengan proses identifikasi jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Jawa Barat dan Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina.

“Identifikasi kali ini sangat sulit, berbeda dengan pesawat Sukhoi yang jatuh dan pesawat yang ditembak jatuh di Ukraina,” ungkap Amiman di hadapan ratusan keluarga korban yang ada di Gedung Tongkonan, Senin (24/08/2015).

Kesulitan tersebut, lanjutnya, lantaran kondisi pesawat Trigana yang telah terbakar, ditambah dengan sebagian besar kondisi korban juga terbakar dan beberapa jenazah, tubuhnya tidak utuh.
“Yah memang kondisi korban pesawat Trigana lebih sulit diidentifikasi karena sudah terbakar. Kondisi Korban Trigana air banyak yang rusak dan terbakar. Ini jadi kesulitan kami, tapi kami tetap berusaha untuk lakukan identifikasi,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar korban jatuhnya Trigana Air tak dapat dikenali lagi. “Kami semua menunggu hasil tes DNA dari Mabes Polri. Kalau tidak ada kesulitan biasanya bisa diketahui hasilnya dalam seminggu. Tapi, bisa juga dua hingga Tiga Minggu,” jelasnya.
Beberapa waktu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya FHB bambang Soelistyo mengaku proses pencarian pesawat Trigana Air ATR 42 yang menurunkan unsur darat dan udara, dalam 48 jam berhasil menemukan jatuhnya pesawat tersebut.
“Saya salut dengan kerja tim, dalam waktu kurang lebih 48 jam berhasil temukan titik lokasi pesawat Trigana Air,” kata Soelistyo.


SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...