Tim DVI Berhasil Identifikasi Tiga dari 28 Kantong Jenazah

JAYAPURA – Tim DVI Polda Papua berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dari dua puluh delapan jenazah yang telah diidentifikasi. Hal tersebut diungkapkan Kabid Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramon Amiman dalam konferensi persnya, Senin (24/08/2015) siang.
Amiman mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi 28 jenazah korban pesawat Trigana yang jatuh di Pegunungan Bintang, Minggu (16/08/2015) lalu dan berhasil mengidentifikasi tiga jenazah.

“Tiga lagi korban yang berhasil dikenali identitasnya. Jadi totalnya, tim bisa mengenali 15 korban dari seluruh jenazah korban yang ada yakni 54 kantong jenazah. Sisanya, kami akan berusaha melakukan identifikasi ulang secara lebih spesifik dengan memanggil pihak keluarga, serta yang pasti nantinya dengan test DNA,” kata Amiman.

Tiga korban yang bisa dikenali tersebut, lanjutnya, antara lain Obed Trukna, Yusran dan Amran. Soal identifikasi, menurutnya akan dilakukan pendalaman kembali tim forensik pada beberapa korban. Maka, menurutnya, akan akan dipanggil lagi pihak keluarga inti, seperti Ayah, ibu, anak atau saudara kandung.
“Ini akan pendalaman lagi karena baru ada satu data sekunder, sementara minimal harus dua data sekunder,” ujarnya.
Untuk identifikasi melalui sampel DNA, pihaknya masih menunggu kepastian dari Jakarta selama tiga hari lagi kedepan. “Sisanya kami akan menunggu hasil test DNA yang dilakukan di Jakarta,” tuturnya
Sekedar diketahui, 54 jenazah korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 yang jatuh di Pegunungan Bintang, telah teridentifikasi sebanyak 15 jenazah, sampel DNA yang telah dikirim ke Jakarta sebanyak 14, sisanya 25 jenazah lainnya belum dapat dipastikan untuk dilakukan identifikasi secara data primer maupun sekunder. Dimana, jalan satu-satunya dalah tes DNA dari sel-sel jenazah yang masih hidup.
Berikut 3 jenazah yang berhasil teridentifikasi :
  1. Obed Trukna, kepala kampung Tapasik, Guntamon, Kabupaten Yahukimo;
  2. Yusran, swasta, domisili Desa Lampo Mako, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara;
  3. Amran, Oksibil, Pegunungan Bintang.
Sebelumnya telah teridentifikasi 14 jenasah, antara lain :
  1. Terianus Halawala;
  2. Mathius Nicolas Aragae;
  3. La Boni alias Boni Woriori;
  4. Wendepen Bamulki;
  5. Asirum;
  6. Agustinus Lukas Luanmase;
  7. Dita Amilia Kurniawan;
  8. Teguh Warisman Sane;
  9. Emilia Gobay;
  10. Milka  Kakyarmabin;
  11. Oscar Mangonto;
  12. Hasanudin.
SENIN, 24 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...