Tim DVI Kembali Berhasil Identifikasi 6 Jenazah Korban Jatuhnya Trigana Air

Jenasah yang telah teridentifikasi berada didalam peti jenasah


JAYAPURA — Hari ke-enam proses identifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 di Pegunungan Bintang. Tim DVI kembali berhasil mengidentifikasi 6 dari 25 kantong jenazah.
Kabid Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramon Amiman dalam konferensi persnya mengatakan, Senin pagi hingga malam, pihaknya berhasil mengidentifikasi enam jenazah.
“Kami sangat bersyukur, cukup banyak yang hasil identifikasi, setelah kami mendapatkan data-data antamortum dari keluarga, agar optimal lakukan identifikasi,” kata Ramon yang didampingi kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin dan Kabidkum Polda Papua, Kombes Pol Djoko Prihadi, Selasa (25/08/2015).
Kombes Pol dr. Ramon Amiman

Nama korban yang berhasil teridentifikasi saat ini, dikatakan Ramon, kantong jenasah 018 A yang berisikan 2 jenasah, salah satunya berhasil teridentifikasi berdasarkan dua data sekunder catatan medis dan properti yang melekat pada tubuh korban atas nama Egino Dilam MS.

“Berdasarkan dua data sekunder maka kantong jenasah 018 B tidak terbantahkan atas nama Marselino DK Karubaba. Kantong jenasah nomor 021 A berdasarkan catatan gigi dan catatan medis serta properti yang melekat pada tubuh korban, maka tidak terbantahkan teridentifikasi sebagai Esap Aruman,” ujarnya.
Selanjutnya, kantong jenazah nomor 030 teridentifikasi sebagai Jhon Baltasar Gasperz yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Masih kata Ramon, kantong jenazah yang ke-lima nomor 039 berdasarkan data primer berupa catatan gigi dan data sekunder berupa catatan medis serta properti di tubuh korban, tak terbantahkan atas nama Ewelin Uropmabin.
“Yang ke-enam, kantong jenasah 048 tidak terbantahkan teridentifikasi sebagai Valerin umur 3 tahun 8 bulan,” ujarnya.
Pihaknya telah mengidentifikasi ulang terhadap sisa jenazah sejak Senin (24/08/2015) kemarin, sehingga didapatkan hasil yang telah diumumkan hari ini. Tim DVI, lanjut Ramon, terus menghadirkan keluarga untuk datang melihat jenazah.
“Termasuk hari ini juga, kami memanggil keluarga untuk melihat CCTV pakaian yang digunakan korban. Kalau DNA sampai saat ini tersisa satu keluarga yang belum berikan sampel, yakni keluarga korban atas nama Alindam Yawam. Kami belum dapat keluarganya, dikontak-kontak tapi belum ada,” katanya.
Dari data yang telah dihimpun Cendana News, 54 jenasah korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42, telah teridentifikasi sebanyak 21 jenasah. Kini, tersisa 33 jenasah yang belum teridentifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri dan Polda Papua.
Berikut nama enam jenazah yang teridentifikasi:
  1. Egenio Dilam MS (22thn), Ibu Rumah Tangga (IRT), domisili Bhayangkara 1, Jayapura Utara;
  2. Marselino DK. Karubaba (3bulan), domisili Batu Putih, Polimak I Jayapura Selatan;
  3. Esap Aruman (39thn), Kepala Distrik Weime, domisili BTN Puskopad jalur 07, Sentani, Kabupaten Jayapura;
  4. Jhon Baltazar Gasper (38thn), PNS, domisili Kabiding, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang;
  5. Ewelin Uropmabin (6thn 3bulan), domisili Kampung Balusu, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang;
  6. Valerin (3thn 8bulan), domisili KPR BPD Gunung, jalur 1 no 3, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sebelumnya, telah teridentifikasi 15 jenasah antara lain :
  1. Terianus Halawala;
  2. Mathius Nicolas Aragae;
  3. La Boni alias Boni Woriori;
  4. Wendepen Bamulki;
  5. Asirum;
  6. Agustinus Lukas Luanmase;
  7. Dita Amilia Kurniawan;
  8. Teguh Warisman Sane;
  9. Emilia Gobay;
  10. Milka  Kakyarmabin;
  11. Oscar Mangonto;
  12. Hasanudin.
  13. Obed Trukna;
  14. Yusran;
  15. Amran;

SELASA, 25 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...