Tim DVI Polda Papua siapkan 11 Dokter Ahli Forensik

JAYAPURA — Tim DVI Polda Papua menyiapkan sebelas dokter ahli untuk melakukan identifikasi jenazah korban pesawat Trigana Air jenis ATR 42 PK-YRN nomor penerbangan IL-267 yang berlokasi di Rumah Sakit Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura.
Dokter yang disipkan antara lain, 2 dokter ahli forensik dan 6 dokter umum, 1 dokter ahli DNA untuk melakukan identifikasi jenaszh dan 2 dua dokter gigi forensik. Sebelas dokter tersebut telah siap untuk lakukan proses identifikasi korban pesawat Trigana Air. 
Ketua Tim DVI Polda Papua, dr. Ramon Amiman mengatakan, hingga Rabu (19/08/2015) pagi, lokasi identifikasi dan tenaga dokter untuk persiapan identifikasi telah siap. Tim DVI yang ada di Oksibil, Pegunungan Bintang telah melaporkan cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi dari lokasi kejadian ke Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Seandainya sudah bisa dilakukan evakuasi, maka akan dilakukan pemeriksaan awal tim DVI di sana,” kata dr. Ramon, Rabu (19/08/2015).
Setelah itu, lanjutnya, akan dievakuasi dari Oksibil ke Sentani, Kabupaten Jayapura. Sedangkan, untuk sampel pembanding DNA yang telah diambil dari keluarga korban sebanyak 49 sampel.
“Untuk yang di Jayapura hari ini akan dipanggil. Keluarga yang memiliki hubungan dengan korban untuk diambil sampelnya. Yang saat ini kami sudah dapat sesuai dari keluarga yang melapor, sebanyakl 48 dan masih ada tersisa 6 penumpang diantaranya 3 dari penumpang dan 3 dari kru pesawat, kami masih menunggu dari Trigana Air,” ujarnya.
Tim DVI yang di Oksibil, telah mendapatkan sampel dari 28 keluarga yang telah melapor ke tim tersebut. “Kenapa kami lakukan itu agar, nanti kami dapat cocokkan dengan korban pesawat saat lakukan identifikasi,” katanya.
RABU, 19 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...