TNI Berjanji Usut Tuntas Kasus Penembakan Terhadap Warga di Papua

Keluarga dan Warga dilokasi kejadian saat memalang jalan, Jumat kemarin

JAYAPURA — Korban penembakan di Timika, Papua yang dilakukan oknum TNI terhadap warga sipil, hari ini dimakamkan di Satuan Pemukiman (SP) 1 Makmur Jaya. Kedua jenazah korban tembak atas nama Imanuel Mairimau (23thn) dan Yulianus Okoare (23thn).
“Untuk yang sakit, kami telah jenguk dan memberikan bantuan kepada masing-masing korban senilai 5 juta per orang dan kami juga akan menanggung semua biaya pengobatan. Kondisi korban yang masih dirawat sudah mulai membaik dan sudah bisa berkomunikasi,” kata Danrem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI Supartodi melalui telepon selulernya, Minggu (30/08/2015).
Dikatakan Danrem, desakan warga Timika pasca kejadian ini antara lain pelaku penembakan harus disidangkan di Timika, meminta kepada pemerintah untuk memberantas miras secara gabungan yang melibatkan masyarakat.
“Dan pos TNI yang berada di kota dan pemukiman, tidak diperbolehkan membawa senjata api,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan akan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku kepada oknum TNI yang telah melakukan penembakan, juga menyampaikan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan meminta maaf atas insiden penembakan yang tak diinginkan pihaknya.
“Kami juga akan tetap memproses anggota yang melakukan perbuatan ini dengan hukum pidana militer dan hukum lainnya yang berlaku di negara ini,” kata Mayjen TNI Hinsa Siburian, yang baru menggantikan Pangdam lama, Mayjen TNI Fransen G. Siahaan pada 18 Agustus lalu di Mabes TNI.
Menurut Siburian, oknum TNI anggota Kodim 1710/Timika melakukan penembakan terhadap 6 warga sipil di Timika dalam sebuah ritual adat pukul Tifa. Dari 6 orang ini, 2 diantaranya tewas ditempat. Sementara, 4 korban lainnya antara lain Martinus Afukafi,Moses Umapi, Martinus Imaputa dan Tomas Apoka, masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika.
Sekedar diketahui bahwa acara pukul Tifabiasa yang dilakukan warga setempat, Jumat (28/08/2015), perayaan tersebut dalam rangka suka cita warga atas seorang warga asli Mimika yang baru menyandang gelar Doktor. Pada saat acara berlangsung tiba-tiba 2 oknum TNI diduga terpengaruh minuman keras (Miras) memaksa masuk kedalam acara tersebut.
Sontak warga setempat tak memperbolehkan keduanya bergabung dalam acara ini, karena dipengaruhi miras. Warga pun marah dan memukul kedua anggota TNI, tak lama berselang, dua anggota TNI itu kembali dengan membawa senjata laras panjang dan menembaki warga yang berada di acara pukul tifa itu.

Warga yang sempat mengamuk dijaga ketat aparat keamanan

MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...