Toni Q Rastafara : Pemerintah dan Rakyat Harus Sama-sama Bijaksana

JAKARTA — Konser Kebangsaan bertajuk “akulah sejarah” di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh para artis pendukung diiringi koor ratusan penonton.
Selesai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, maka Toni Q Rastafara langsung menggebrak ratusan penggemar setianya yang datang dari berbagai penjuru Jakarta dengan lagu berjudul Dirgahayu Indonesia yang diambil dari album kompilasi Reggae “Akulah Sejarah”.
Tidak cukup sampai disitu, saat istirahat Toni Q melanjutkan aksinya dengan menyuarakan keprihatinannya sebagai musisi terhadap bangsa indonesia.
“Saya dan rekan-rekan musisi lainnya menyoroti aksi korupsi dan tidak bijaknya para pejabat negara yang kerap kali meminta fasilitas yang tidak masuk akal, contohnya rencana pengadaan kasur bagi anggota dewan sebesar 12 Milyar rupiah disaat ekonomi sedang terpuruk. Bahkan jika ekonomi sedang baikpun pengadaan kasur tersebut diluar akal sehat,” papar Toni Q kepada Cendana News, Rabu (27/08/2015) malam.
Adapun album kompilasi reggae dengan musisi lintas aliran serta penyair berjudul “Akulah Sejarah” adalah sebuah harapan dimana rakyat menginginkan pemerintah lebih bijak dalam menerapkan kebijakan publik, dengan memperhatikan serta menghargai sejarah bangsa ini yang telah ditanamkan jauh sebelumnya oleh para pendiri bangsa.
Selain itu, rakyat juga harus bijak, dalam arti rakyat harus bijak memilih para wakil rakyat dan pemimpin, agar nantinya tidak mudah terkena janji-janji kosong saat kampanye.
Menanggapi masalah penggusuran, musisi yang memiliki basis penggemar setia yang sebagian besar berasal dari kantong-kantong masyarakat menengah kebawah ini ia kembali berharap bahwa apapun yang terjadi haruslah demi kemaslahatan orang banyak dengan tidak lupa mempertimbangkan azas-azas prikemanusiaan dalam pelaksanaannya.
“Saya sangat prihatin, dan berharap kedepannya pemerintah tidak hanya menjadikan biaya ganti rugi sebagai janji kosong, karena berjanji adalah sama dengan memberi harapan. Pemerintah harus lebih peka serta bijak dalam hal seperti ini,” tambah Toni Q lagi.
Album kompilasi “Akulah Sejarah” turut didukung pula oleh para musisi-musisi senior lainnya, sebut saja Ipank Lazuardi, Njet ‘the flowers’ Bramansyah, Steven ‘scope’ Jam, Riffy Putri, serta penyair Anies Saichu dan Atoklobot.

KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...