Try Sutrisno : Dasar Pemersatu Perbedaan di Indonesia adalah Pancasila

Try Sutrisno bersama jurnalis Cendana News
JAKARTA—Dalam kesempatan terpisah seusai acara peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaa RI Ke-70 sekaligus Halal Bihalal Idhul Fitri 1436 H yang diadakan oleh Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) di Gedung Granadi,  Kuningan,  Jakarta Selatan pada hari Selasa (18/8/2015), Cendana News berhasil menemui Try Sutrisno, salah satu tokoh era Orde Baru yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden pada tahun 1993-1998. 
Dalam acara ini, Try Sutrisno yang juga merupakan Dewan Pembina Gerakan Pemantapan Pancasila menyampaikan tentang disintegrasi bangsa. Ia mengatakan belakangan ini Indonesia diintai oleh masalah disintegrasi seperti pertikaian yang berlatar belakang SARA, isu pemekaran wilayah yang berujung keinginan memisahkan diri dari NKRI, dan masalah yang paling serius, menurut Try Sutrisno adalah adanya pembiaran terhadap penyusupan ideologi lain. 
“Jika saat ini saya masih seorang TNI aktif, maka sudah menjadi panggilan bagi saya beserta seluruh jajaran komando untuk meredam sekaligus melakukan pemulihan. Apapun resikonya, stabilitas keamanan negara serta keutuhan NKRI adalah prioritas,” jelasnya dengan tegas.
Ia mengingatkan kepada generasi muda bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak pernah lepas dari perjuangan TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang dulu bernama ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), dalam menjaga stabilitas dan kesatuan bangsa. Dari DI/TII, PRRI/Permesta, RMS (Republik Maluku Selatan), Timor Timur, GAM (Gerakan Aceh Merdeka), OPM (Organisasi Papua Merdeka) dan PKI (Partai Komunis Indonesia). Dan bahkan TNI sampai sekarang ditantang untuk mampu bertarung meredam ideologi garis keras tertentu yang mencoba merusak tatanan persatuan dan kesatuan bangsa. 
“Jika, sikap saya sebagai pribadi, seorag Try Sutrisno, maka saya akan introspeksi diri dengan cara berdamai terhadap diri sendiri, Tuhan, manusia dan alam sekitar. Dari situlah, kesadaran bahwa Pancasila ada didalam diri saya, dan turut serta meredam pengaruh disintegrasi,” urainya.
Try Sutrisno juga menegaskan bahwa sekarang saatnya seluruh elemen bangsa dari tua dan muda menyadari bahwa kemajemukan Indonesia sebenarnya adalah sebuah berkah. Karena dengan perbedaan kita bisa belajar mempersatukan. Dan dasar pemersatu kita adalah Pancasila.
“saya dan teman-teman di GPP akan terus berjuang semakin memahat rapih dan kokoh Pancasila di hati sanubari setiap manusia Indonesia. Dan TNI yang berintegrasi dengan rakyat akan menghasilkan kekuatan dahsyat meredam bahaya laten disintegrasi bangsa,” jelasnya diakhir pembicaraan dengan Cendana News.

RABU, 19 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Editor : Gani Khair
Lihat juga...