Try Sutrisno : Jangan Pernah Merubah Apalagi Menyingkirkan Pancasila

Try Sutrisno. Dewan Pembina Gerakan Pemantapan Pancasila
JAKARTA—Dalam acara peringatan HUT RI ke-70 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemantapan Pancasila  (Bacar berita selengkapnya : Sekjen GPP : Reformasi Membiarkan Komunis Tumbuh Menyaingi Pancasila), hadir juga Try Sutrisno selaku Dewan Pembina Gerakan Pemantapan Pancasila. 
Dalam kesempatannya memberikan sambutan, Try Sutrisno menegaskan untuk tidak pernah merubah apalagi menyingkirkan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Karena Pancasila adalah dasar yang tepat bagi setiap aparatur negara untuk menjalankan amanat rakyat. 
Ia juga mengingatkan pentingnya intrispeksi dan koreksi dalam bernegara. “jangan kita saling mempersalahkan atas apa yang terjadi sekarang dan apa yang pernah terjadi sebelumnya, Namun mari kita duduk bersama dan berdiskusi mengenai bagaimana cara kita membangun bangsa dan negara ini dengan tetap berdasarkan Pancasila, ” urai salah satu Wakil Presiden di era kepemimpinan Presiden HM. Soeharto ini. 
Try Sutrisno menyampaikan dihadapan ratusan undangan yang hadir di Gedung Granadi, Rasuna Said, Jakarta hari ini Selasa (18/8/2015), bahwa menjaga cita-cita kemerdekaan adalah hal yang sangat vital dalam menjalankan pemerintahan. Apabila ditemukan kegagalan maka bisa dilakukan rekonsiliasi nasional, namun dengan cara yang berbudaya Pancasila,  yaitu : berdamai dengan Tuhan,  berdamai dengan diri sendiri,  berdamai dengan sesama kita,  dan berdamai dengan alam sekitar ciptaan Tuhan. 
Pancasila telah menuntun Bangsa ini sampai ke sebuah titik dimana kita tetap dituntut untuk kembali memperjuangkan kesejahteraan bagi seluruh tumpah darah Indonesia.  Perjuangan tiada henti demi mempertahankan kedaulatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Pengalaman selama 70 tahun sudah cukup bagi kita semua untuk kembali ke jati diri Bangsa Indonesia,  yaitu Bangsa yang berazas serta berlandaskan Pancasila dalam setiap sendi kehidupan.” tutup Tokoh Nasional kelahiran Surabaya ini.
SELASA, 18 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Adista Pattisahusiwa
Editor : Gani Khair
Lihat juga...